Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Sebuah Pesan Penting Dari Pengelola Makam Seorang Ulama’ di Pulau Panjang Kepada Peziarah

Di tengah guyuran ombak sama pantai pasir putih di Pulau Panjang, Jepara. Terdapat makam keramat menjadi tujuan para peziarah untuk mencari berkah melalui perantara sang ulama’ tersebut.

Makam tersebut yakni makam seorang ulama’, Syekh Abu Bakar bin Yahya Ba’alawy. Namun, di balik kesibukan ritual ziarah, pengelola makam menyampaikan pesan moral untuk para peziarah soal inti dari berbakti kepada orang tua.

Sutiyono, pengurus makam, menjelaskan bahwa ziarah ke Makam para wali jangan sampai lupa sama “wali” yang masih hidup di rumah, yakni orang tua sendiri. Hal itu ia sampaikan kepada rombongan mahasiswa dari UNNES atau Unisnu Jepara yang sering berziarah ke makam tersebut.

“Kalo orang tua masih ada, minta izin dulu sama mereka. Kalo udah wafat, kirim doa Al-Fatihah aja. Pokoknya, dapetin restu dulu biar perjalanannya penuh berkah,” ujar Sutiyono.

Ia menegaskan bahwa restu ortu adalah kunci yang paling penting sebelum mencari karomah dari para wali Allah.

Pesan ini pun diamini oleh para peziarah yang datang. Suliana, seorang peziarah asal Kudus, mengaku datang bersama keluarganya untuk mendoakan anaknya yang sedang menempuh pendidikan menghafal Al-Qur’an. Ia merasa tergerak untuk datang karena rasa penasaran sekaligus keinginan untuk menyambung silaturahmi batin dengan sang ulama’.

“Penasaran, di pulau terpencil kok ada makam wali,” kata Suliana.

Menurutnya, nasihat pengelola makam menjadi pengingat penting agar niat ibadah tetap berada pada jalur yang benar, yakni mengutamakan adab kepada keluarga.

Selain itu, Sutiyono juga menjelaskan bahwa untuk masuk ke area utama atau Cungkup makam, terdapat jadwal khusus yaitu pada Jumat Wage. Pada hari tersebut, pintu dibuka mulai pukul 08.00 hingga 10.00 pagi, dan dilanjutkan setelah salat Jumat pukul 13.00 hingga 14.00.

“Di dalam (cungkup) tidak dibuka setiap hari. Itu ada hari Jumat Wage khusus. Sebulan sekali kami masuk ke dalam,” pungkasnya.

Selain nilai spiritual, tata tertib di makam ini juga sangat dijaga.

Makam Syekh Abu Bakar cukup terkenal bahkan hingga sampai ke luar negeri. Orang-orang yang datang ziarah bukan hanya dari sekitar Jawa Tengah aja, tapi juga dari Yaman, Turki, Malaysia, bahkan Taiwan. Walaupun dari berbagai negara, pesan dari pengelolanya tetep sama, ziarah itu cara buat lebih deket sama Tuhan lewat orang-orang saleh, namun jangan melupakan kewajiban utama terhadap orang tua sendiri.

Penulis:
Frida Aprilia (Mahasiswa Unisnu Jepara)

Share: