Lantunan ayat suci Al-Qur’an dan sholawat yang mengalun dari suaranya kerap menghadirkan ketenangan bagi siapa pun yang mendengarnya. Sosok itu dikenal sebagai Rohmatul Muyassaroh, atau akrab disapa Saroh, perempuan kelahiran Desa Troso, Jepara. Parasnya yang cantik dengan kulit putih bersih serta penampilan yang sederhana memancarkan kesan anggun dan bersahaja, membuat kehadirannya mudah dikenali di tengah masyarakat.
Di balik sosoknya yang menawan, Saroh dikenal memiliki pribadi yang baik, humoris, dan penuh simpati terhadap orang-orang di sekitarnya. Kegemarannya mengaji dan melantunkan sholawat tidak hanya menjadi hobi, tetapi juga membawa ketenteraman bagi lingkungan sekitarnya. Dedikasinya dalam dunia pendidikan tampak melalui profesinya sebagai guru di salah satu madrasah di Desa Troso, tempat ia lahir dan tumbuh, sekaligus menjadi ruang pengabdiannya bagi masyarakat.
Riwayat pendidikan Rohmatul Muyassaroh dimulai di SD Negeri 03 Troso, kemudian melanjutkan pendidikan ke MTs Matholi’ul Huda Troso dan MA Matholi’ul Huda Troso. Semangat belajarnya terus berlanjut hingga menempuh pendidikan tinggi di Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara pada Program Studi S1 Hukum Keluarga Islam. Bekal pendidikan formal tersebut berpadu dengan kecintaannya terhadap ilmu agama sehingga mengantarkannya aktif mengajar mengaji di rumah, pondok pesantren, maupun sekolah.
Lahir sebagai anak pertama dari keluarga sederhana, Saroh tumbuh dengan nilai-nilai kerja keras, kesederhanaan, dan tanggung jawab. Kini ia membangun keluarga bersama sang suami, Hudi, serta dikaruniai tiga orang putra, yaitu Muhammad Sirojul Munir, Muhammad Alwi Syihab, dan Ahmad Syifa’ur Rohman. Di tengah kesibukannya sebagai pendidik, ia tetap berupaya menanamkan pendidikan agama dan akhlak kepada anak-anaknya sebagai bekal utama dalam kehidupan.
Perjalanan hidup Saroh tidak selalu berjalan mulus. Pada masa awal membangun rumah tangga, ia belum memiliki rumah sendiri. Tantangan semakin besar ketika harus mengasuh tiga anak dengan rentang usia yang berdekatan, ditambah salah satu putranya memerlukan perhatian dan pendampingan khusus karena termasuk anak berkebutuhan spesial. Kesibukan mengajar yang padat juga membuat waktu berkumpul bersama keluarga menjadi sangat terbatas. Di balik berbagai perjuangan tersebut, ia masih menyimpan satu harapan yang hingga kini belum terwujud, yakni dapat menunaikan ibadah umrah.
Berbagai hambatan itu tidak membuat Saroh menyerah. Ia menyusun strategi dengan memberikan pendidikan terbaik bagi setiap anak sesuai kebutuhannya. Putra pertamanya telah dibimbing menghafal Al-Qur’an sejak duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah dan berhasil menghafal tiga juz, yaitu Juz 30, Juz 1, dan Juz 2. Putra keduanya secara rutin mendapatkan terapi dan pendampingan untuk mendukung tumbuh kembangnya, sedangkan putra ketiganya dibiasakan mendengarkan murottal Al-Qur’an dan lantunan sholawat sejak usia dini.
Berkat kerja keras dan pengelolaan kehidupan yang baik, impian memiliki rumah, mobil, dan sepeda motor pribadi akhirnya dapat diwujudkan.
Selain aktif berdakwah melalui pendidikan Al-Qur’an, Saroh juga menunjukkan jiwa kewirausahaan yang kuat. Ia pernah menjadi reseller produk MS Glow dengan modal awal Rp3 juta. Berkat kegigihan dan strategi pemasaran yang konsisten, ia berkembang menjadi member dengan modal Rp25 juta dan mampu mencapai balik modal hanya dalam waktu dua bulan. Keuntungan usaha tersebut kemudian dimanfaatkan untuk membeli etalase sebagai sarana mengembangkan usaha.
Saat ini ia melanjutkan kiprahnya sebagai member Griya Beauty. Meskipun aktivitas usahanya tidak seramai ketika menjadi member MS Glow, dedikasinya dalam mengajar, mendidik keluarga, dan berkontribusi bagi masyarakat menjadikannya sosok yang dikenal sebagai pendidik Al-Qur’an sekaligus perempuan tangguh yang mampu menyeimbangkan peran dalam keluarga, dakwah, dan dunia usaha.
Perjalanan hidup Rohmatul Muyassaroh mencerminkan sosok perempuan yang teguh memegang nilai-nilai agama, disiplin, serta penuh ketulusan dalam menjalani setiap amanah. Berbagai tantangan yang pernah dihadapi tidak menjadi penghalang untuk terus melangkah, melainkan menjadi pelajaran berharga yang membentuk pribadi tangguh dan bijaksana. Konsistensi dalam berbuat baik, kepedulian terhadap keluarga maupun masyarakat, serta semangat untuk terus belajar menjadi bekal yang mengantarkannya meraih kepercayaan dan penghormatan dari lingkungan sekitar.
Bagi Rohmatul Muyassaroh, keberhasilan tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari kemampuan menanamkan kebaikan kepada generasi penerus. Ia berpesan, “Sebisa mungkin menanamkan nilai-nilai agama sejak kecil kepada anak karena ingatannya akan lebih kuat dibanding menanamkannya saat dewasa. Kemudian menanamkan sikap disiplin pada setiap waktu karena ketika kita sudah mampu disiplin soal waktu maka pekerjaan tidak akan keteteran.”
Pesan tersebut menjadi mutiara kehidupan yang menggambarkan keyakinannya bahwa pendidikan akhlak dan kedisiplinan merupakan fondasi utama dalam membentuk pribadi yang bertanggung jawab, bermanfaat, dan sukses di masa depan.
Penulis : Indah (Mahasiswa UNISNU Jepara)







