klikFakta.com, KLATEN – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Klaten mendapat mandat untuk mempersiapkan peserta dalam pelatihan penggerak olahraga disabilitas yang digelar selama dua hari, 28-29 September.
Ketua NPCI Kabupaten Klaten, Sri Mulyono, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan sekitar 120 peserta dari berbagai unsur, mulai dari pengurus dan pelatih NPCI, atlet NPCI Klaten, guru SD dan SMP, hingga perwakilan organisasi olahraga dan komunitas disabilitas di Kabupaten Klaten.
“Alhamdulillah, kegiatan ini diikuti sekitar 120 peserta. Mereka berasal dari pengurus NPCI, pelatih, atlet, guru SD dan SMP, serta perwakilan organisasi di Kabupaten Klaten,” ujar Sri Mulyono kepada wartawan, Selasa (29/9/2026).
Menurutnya, tingginya antusiasme peserta membuat kapasitas pelatihan bahkan melebihi kuota yang tersedia. Sejumlah peserta disebut belum mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pelatihan tersebut.
Sri mengatakan, peserta yang telah mengikuti pelatihan nantinya diharapkan menjadi pelopor sekaligus inspirator dalam menemukan dan mengembangkan potensi atlet disabilitas di wilayah masing-masing.
“Kami arahkan mereka menjadi pelopor dan inspirator untuk mencari adik-adik yang memiliki potensi olahraga di daerah. Mereka nantinya menjadi kepanjangan tangan NPCI sampai ke tingkat kecamatan dan desa,” katanya.
Sri Mulyo menjelaskan, pengembangan jaringan olahraga disabilitas hingga tingkat desa menjadi salah satu upaya NPCI Klaten untuk memperluas pencarian bibit atlet. Nantinya, setiap kecamatan diharapkan memiliki koordinator yang dapat berkoordinasi dengan desa-desa untuk menemukan warga dengan potensi olahraga.
“Tujuannya membangun jejaring. Jadi nanti ketika ada atlet yang memiliki potensi, sudah ada koordinator di tingkat kecamatan. Dari kecamatan kemudian bisa masuk ke desa-desa untuk mencari potensi atlet yang bisa dipersiapkan,” ujarnya.
Persiapan Peparprov
Selain pengembangan olahraga disabilitas di tingkat akar rumput, NPCI Klaten juga tengah mematangkan persiapan menghadapi Pekan Paralympic Pelajar atau ajang paralympic yang akan berlangsung di Semarang.
Sri Mulyo menyebut persiapan kontingen Klaten saat ini telah mencapai sekitar 90 persen. NPCI Klaten menyiapkan sekitar 64 atlet yang akan turun dalam 10 cabang olahraga.
“Persiapan sudah sekitar 90 persen. Tinggal menunggu jadwal dan teknis keberangkatan. Dari sisi kebutuhan atlet dan persiapan lainnya sudah kami siapkan,” kata Sri.
Sejumlah cabang olahraga yang dipersiapkan antara lain para atletik, para renang, para tenis meja, para panahan, para anggar, para taekwondo, serta cabang olahraga lainnya.
Peserta Dibekali Pengetahuan Olahraga Paralympic
Dalam pelatihan penggerak olahraga disabilitas tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai pengalaman dan praktik olahraga. Mereka juga dibekali pemahaman mengenai berbagai jenis disabilitas beserta klasifikasinya.
Materi lainnya mencakup strategi pembudayaan olahraga, pengenalan olahraga Paralympic serta kemampuan memetakan potensi atlet berdasarkan jenis disabilitas dan cabang olahraga yang sesuai.
Dengan bekal tersebut, para peserta diharapkan mampu mengenali potensi atlet disabilitas di lingkungan masing-masing dan mengarahkan mereka ke cabang olahraga yang tepat.
“Ketika nanti mereka menemukan anak atau atlet disabilitas di daerah, mereka sudah bisa memetakan ini masuk olahraga apa dan bagaimana pengembangannya,” ujar Sri.
Pelatihan tersebut menghadirkan tenaga ahli dari sejumlah unsur, di antaranya akademisi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo serta perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).(Jl).
Editor: Saiful







