KlikFakta.com, JEPARA — Seorang anak perempuan berinisial SK diduga menjadi korban kekerasan seksual berulang yang melibatkan sejumlah pria di wilayah Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara. Peristiwa tersebut kini telah dilaporkan ke pihak kepolisian dan tengah dalam proses penanganan.
Berdasarkan penuturan yang dihimpun, kejadian bermula pada Rabu (29/4/2026), ketika SK diajak oleh seorang perempuan berinisial R, warga Desa Plank, Mayong, untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART). Tawaran tersebut diterima oleh orang tua korban dengan harapan dapat membantu perekonomian keluarga.
Namun, alih-alih bekerja di rumah, korban justru dibawa ke sebuah penginapan di wilayah Mayong. Di lokasi tersebut, diduga telah menunggu beberapa pria yang kemudian melakukan tindakan kekerasan seksual terhadap korban secara bergantian.
Korban mengaku sempat berupaya melawan, namun tidak berdaya karena diduga mendapat tekanan fisik dari para pelaku. Peristiwa tersebut berlangsung hingga dini hari.
Tidak berhenti di situ, pada hari berikutnya korban kembali diduga mengalami kekerasan serupa di lokasi berbeda, yakni di sebuah gudang di sekitar tempat tinggal terduga pelaku. Dugaan peristiwa berulang ini terjadi selama beberapa hari dengan pelaku yang berbeda.
Orang tua korban mengaku sempat ragu melaporkan kejadian tersebut karena keterbatasan ekonomi.
“Kami hanya orang kecil, untuk makan saja sulit. Awalnya kami tidak berani melapor,” ujar ibu korban dengan nada haru.
Kasus ini akhirnya dilaporkan ke Polres Jepara dengan pendampingan seorang warga yang peduli terhadap kondisi korban. Laporan telah diterima dan korban telah menjalani pemeriksaan medis di RS RA Kartini sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Seorang warga yang mendampingi korban, HN, berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus tersebut.
“Kami berharap para pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku. Ini sangat tidak manusiawi, terlebih korbannya adalah anak,” ujarnya.
Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan pendalaman terkait laporan tersebut, termasuk mengidentifikasi para terduga pelaku dan mengumpulkan alat bukti untuk dilakukan langkah lebih lanjut.
Reporter: Aris. S







