Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Perjalanan Jatmiko Adjie Kusuma, Pelatih Fisik Persijap Jepara yang Menjaga Performa Pemain di Tengah Tekanan Kompetisi.

KlikFakta.com, JEPARA — Di balik performa maksimal para pemain Persijap Jepara di lapangan hijau, terdapat sosok yang bekerja keras menjaga kebugaran dan kesiapan fisik tim. Salah satunya adalah Coach Miko, pelatih fisik yang kini menjadi bagian dari tim kepelatihan Persijap Jepara dan memiliki perjalanan panjang di dunia pembinaan sepak bola usia muda hingga level profesional.

Pria kelahiran Semarang, 28 Mei 1999 itu, mengawali kiprahnya sebagai pelatih fisik sekaligus asisten pelatih di PSIS Elite Pro Academy (EPA) U-18 sejak tahun 2022 hingga sekarang. Sebelum itu, ia juga pernah terlibat sebagai pelatih dan asisten di lingkungan pembinaan sepak bola PSIS Semarang, termasuk menangani kelompok usia muda.

Lulusan S1 Pendidikan Kepelatihan Olahraga Universitas Negeri Semarang (UNNES) tersebut menekuni dunia kepelatihan dengan bekal pendidikan formal, pengalaman lapangan, serta lisensi kepelatihan nasional dan AFC.

Dalam perjalanannya, Coach Miko juga tercatat pernah menjadi pelatih fisik di Persijap Jepara pada kompetisi Liga 2 musim 2023–2024, berlanjut musim 2024–2025, hingga ikut mendampingi tim pada kompetisi kasta tertinggi musim 2025–2026.

Bagi Coach Miko, menjadi pelatih fisik di level profesional bukan sekadar menyusun menu latihan kebugaran. Tanggung jawab yang diemban jauh lebih besar, yakni memastikan pemain tetap berada dalam kondisi terbaik selama kompetisi berjalan.

“Pelatih fisik bukan hanya membuat pemain kuat dan bugar, tetapi juga menjaga kondisi tubuh mereka agar tetap siap bertanding sepanjang musim,” ujarnya.

IMG 20260525 WA0007

 

Peran tersebut menjadi sangat penting mengingat ketatnya jadwal pertandingan sepak bola profesional. Pemantauan kondisi pemain harus dilakukan secara detail, termasuk terhadap pemain yang menjalani laga tandang (away) maupun yang tetap menjalani program latihan di kandang.

Di tengah tuntutan pekerjaan yang tinggi, Coach Miko mengaku tetap menikmati profesinya. Kesempatan bekerja langsung bersama atlet profesional, baik pemain lokal maupun asing, menjadi pengalaman yang dinilai sangat berharga.

Ia juga merasakan kebanggaan tersendiri saat melihat pemain tampil maksimal di lapangan berkat program latihan fisik yang telah disusun oleh staf kepelatihan.

“Rasa bangga itu muncul ketika pemain bisa tampil optimal karena program latihan yang dijalankan berjalan sesuai harapan,” katanya.

Selain pengalaman kompetitif menghadapi tim-tim besar, profesi pelatih fisik juga memperluas relasi sekaligus memperdalam pemahaman tentang perkembangan sport science dalam sepak bola modern.

Meski demikian, pekerjaan sebagai pelatih fisik bukan tanpa tantangan. Jadwal latihan dan pertandingan yang padat membuat waktu istirahat sering kali terbatas. Di sisi lain, tekanan dari manajemen maupun suporter menjadi bagian yang tidak terpisahkan ketika tim gagal meraih hasil positif.

Belum lagi risiko cedera pemain yang menjadi perhatian serius. Kondisi fisik atlet, menurutnya, merupakan tanggung jawab besar yang membutuhkan kedisiplinan, kesiapan mental, serta kemampuan menghadapi berbagai karakter pemain.

Namun di tengah berbagai tekanan itu, Coach Miko tetap memilih bertahan dan menikmati profesinya.

“Meski penuh tekanan, saya tetap menikmati dan mencintai pekerjaan ini karena kecintaan terhadap sepak bola dan keinginan membantu atlet mencapai performa terbaiknya,” ungkapnya.

Dengan semangat dan dedikasi yang dimiliki, Jatmiko Adjie Kusuma menjadi salah satu contoh generasi muda pelatih Indonesia yang terus berkembang, sekaligus berkontribusi menjaga performa pemain di level kompetisi profesional.

Reporter: Aris.S

Share: