Seperti mercusuar kecil di tengah lautan yang tak pernah lelah memancarkan cahaya, jasa penyewaan Nak Camping Pulau Panjang tetap berdiri teguh diantara deru ombak dan lalu lalang pengunjung Pulau Panjang Jepara.
Di balik kerasnya suara kapal yang bersandar dan panas matahari yang menyengat, tersimpan harapan untuk terus menyambung hidup.
Meski rasa letih dan sedih kerap datang silih berganti. Semangat mereka tak pernah padam, terus melangkah, menjemput rezeki di antara ramai dan sepinya pulau.
Ganung (35) mengungkapkan bahwa jasa penyewaan Nak Camping Pulau Panjang didirikan sejak tahun 2017. Nak Camping Pulau Panjang sendiri menyewakan berbagai alat rental di antaranya, rental barbekyuan dan rental tenda camping.
“Untuk sistem penyewaannya itu, kita biasanya model via booking dulu. Jadi, via bookingnya lewat whatsapp kemudian, kita kirim katalog pilihan tendanya yang kayak gimana yang mau disewa. Terus nanti biasanya DP, habis itu ngirim identitas. Dan untuk biaya sewanya itu mulai harga Rp 100.000,- per malam,” ujar Ganung.
Dia menambahkan bahwa, keuntungan yang didapat dari usaha jasa rental kurang lebih 20%-30%, dikurangi biaya operasionalnya. Selain itu, terdapat beberapa penyewa yang terkadang tidak bertanggungjawab. Salah satunya pada alat rental barbekyuan. Kompor yang masih panas dibiarkan mengenai tikar hingga bolong dan terkadang menimbulkan ledakan.
“Sebelum booking biasanya kita sudah kasih MoU itu, pemindahan tenda, kerusakan dan sebagainya. Jadi, misalkan nanti mau minta pindah lokasi, kalau memungkinkan bisa, itu kena charge tambahan untuk tenaganya. Terus misalkan dipindah sendiri, ketika ada kerusakan alat dan sebagainya otomatis nanti kita kenakan punishment,” ungkapnya.
Selain itu, Ganung juga mengatakan bahwa usaha penyewaannya kadang ramai kadang sepi tergantung dari situasi dan kondisi.
“Kalau pas liburnya agak panjang gitu lumayan ramai. Kalau weekday itu ya kadang ada kadang tidak. Terus saat musim ombak itu ndak ada yang ke laut. Karena, kitanya yang nggak berani nyebrang,” pungkasnya.
Penulis:
Indah Tri Wahyuni (Mahasiswa Unisnu Jepara)







