Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Tingkatkan Kepercayaan Diri Penerima Manfaat PPS Pendowo, Mahasiswa BKI UIN Sunan Kudus Gelar ‘Challenge Bercerita ‘

klikFakta.com, KUDUSMahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI) UIN Sunan Kudus yang sedang melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Terintegrasi Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Panti Pelayanan Sosial (PPS) Pendowo menggelar program kerja bertajuk “Challenge Bercerita” pada Rabu (1/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Penerima Manfaat (PM) Panti Pelayanan Sosial (PPS) Pendowo Kudus yang berjumlah 26 orang sebagai upaya melatih keberanian berbicara di depan umum, menyalurkan emosi secara positif, serta mempererat hubungan antarpeserta melalui pendekatan Bimbingan Konseling Islam.

Kegiatan dipandu oleh Miftahur Rohmah Alwahidah selaku penanggung jawab program dan didampingi lima mahasiswa BKI UIN Sunan Kudus yang berperan aktif memberikan arahan serta pendampingan selama kegiatan berlangsung. Dengan suasana yang santai dan interaktif, para peserta diajak mengekspresikan pengalaman hidup mereka melalui permainan yang dikemas secara edukatif.

Berbeda dengan kegiatan bimbingan yang bersifat formal, Challenge Bercerita mengadopsi pendekatan terapi kelompok (group therapy) yang dipadukan dengan permainan sederhana.

Sebuah bola dipindahkan secara estafet dari satu peserta ke peserta lainnya mengikuti iringan musik. Ketika musik dihentikan secara tiba-tiba, peserta yang memegang bola diminta maju ke depan untuk menceritakan pengalaman atau kisah yang berkesan dalam hidupnya.

Metode tersebut memberikan kesempatan kepada setiap peserta untuk melatih keberanian, kemampuan berkomunikasi, serta mengekspresikan perasaan dalam suasana yang menyenangkan.

Permainan tersebut berhasil menciptakan suasana yang hangat, penuh antusiasme, sekaligus memberikan ruang bagi para Penerima Manfaat untuk mengekspresikan diri. Sejumlah peserta tampil membagikan kisah yang beragam. Desi menghibur seluruh peserta dengan cerita masa lalunya sebagai penggemar boyband Coboy Junior. Fauzi membagikan refleksi mengenai dinamika dan rutinitas kehidupannya sehari-hari. Rizal mengajak peserta mengenang pengalaman emosional saat pertama kali diajak ayahnya ke Jakarta, sementara Rama menyampaikan kisah perjuangan dan proses adaptasinya ketika pertama kali tinggal Panti Pelayanan Sosial (PPS) Pendowo.

Miftahur Rohmah Alwahidah selaku penanggung jawab kegiatan mengatakan bahwa Challenge Bercerita tidak hanya dirancang sebagai permainan, tetapi juga sebagai media untuk membangun hubungan yang lebih erat antar peserta.

“Saya berharap melalui kegiatan ini teman-teman Penerima Manfaat dapat semakin kompak, saling peduli satu sama lain, serta memiliki keberanian untuk saling mendengarkan dan berbagi cerita. Semoga kebersamaan yang terjalin hari ini dapat terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Selain menjadi media hiburan, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat karakter, pengalaman, dan kondisi emosional Penerima Manfaat.

Melalui proses bercerita, mahasiswa memperoleh gambaran mengenai perkembangan kepercayaan diri, kemampuan komunikasi, serta interaksi sosial peserta sebagai bagian dari proses pendampingan selama pelaksanaan PPL Terintegrasi KKL.

Program Challenge Bercerita merupakan salah satu bentuk implementasi keilmuan Bimbingan Konseling Islam yang mengedepankan pendekatan humanis, partisipatif, dan menyenangkan.

Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai fasilitator kegiatan, tetapi juga sebagai pendamping yang menciptakan ruang aman bagi Penerima Manfaat untuk mengekspresikan pikiran, pengalaman, dan perasaannya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa BKI UIN Sunan Kudus berharap Penerima Manfaat dapat semakin percaya diri dalam berkomunikasi, mampu membangun hubungan sosial yang lebih baik, serta memiliki keberanian untuk menyampaikan pengalaman hidup secara positif.

Program ini sekaligus menjadi wujud implementasi nilai-nilai Bimbingan Konseling Islam dalam mendukung proses rehabilitasi sosial melalui kegiatan yang kreatif, edukatif, dan bermakna.

Editor: Saiful

Share: