Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Diduga Keracunan Usai Santap MBG, 123 Siswa dan Guru SMPN 2 Jepara Tumbang, Dugaan Mengarah ke Daging

(Foto: klikFakta/Aris.S)

klikFakta.com, JEPARA – Aktivitas belajar mengajar di SMPN 2 Jepara mendadak terganggu setelah puluhan siswa silih berganti meminta izin ke toilet. Keluhan sakit perut, mual, muntah hingga diare muncul hampir bersamaan.

Hasil pendataan pihak sekolah mencatat 123 orang, terdiri atas 110 siswa dan 13 guru, mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Empat siswa bahkan sempat mendapat penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Peristiwa tersebut mulai terungkap pada Selasa (4/8/2026), sehari setelah menu MBG dibagikan kepada siswa pada Senin (3/8/2026).

Person in Charge (PIC) MBG SMPN 2 Jepara, Dwika Bagus Satria, mengatakan banyaknya siswa yang mengalami keluhan dalam waktu hampir bersamaan menjadi perhatian pihak sekolah.

“Biasanya satu dua, kok ini banyak yang minta izin ke belakang (toilet). Indikasinya anak-anak diare,” kata Dwika, Rabu (5/8/2026).

Setelah dilakukan pendataan, sedikitnya 123 orang mengalami gejala mual, muntah, dan diare. Sejumlah siswa mengaku mulai merasakan keluhan sejak Senin malam, beberapa jam setelah menyantap makanan MBG yang dibagikan di sekolah.

Empat siswa dengan kondisi paling lemah kemudian dibawa ke IGD rumah sakit untuk mendapatkan penanganan. Keempatnya tidak menjalani rawat inap dan diperbolehkan menjalani rawat jalan.

Hingga Rabu (5/8/2026), seorang siswa masih menjalani pemulihan di rumah.

IMG 20260806 WA0009

Menu MBG yang dibagikan pada Senin (3/8/2026) kini menjadi bagian dari pemeriksaan untuk mengungkap penyebab kejadian. Menu tersebut terdiri atas beef teriyaki, tumis labu siam, wortel bumbu kuning, tempe goreng, dan semangka.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandengan 5, Tholib Shidiq Hidayat, mengatakan menu tersebut merupakan menu baru yang pertama kali diproduksi sejak dapur MBG mulai beroperasi pada Maret 2026.

Setiap hari, SPPG Bandengan 5 memproduksi sekitar 2.144 porsi makanan yang didistribusikan kepada sejumlah penerima manfaat, termasuk siswa SD, SMPN 2 Jepara, serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (B3).

Meski demikian, Tholib mengatakan hingga kini belum ada laporan gangguan kesehatan dari penerima manfaat lain yang mengonsumsi menu serupa.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara Hadi Sarwoko menegaskan penyebab pasti kejadian tersebut belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Hasil pasti ya nunggu laborat, Mas,” ujar Hadi saat dikonfirmasi, Kamis (6/8/2026).

Hadi menyebut, berdasarkan pemeriksaan sementara, dugaan mengarah pada daging yang terdapat dalam menu MBG. Namun, dugaan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium keluar.

“Dugaan sementara dari daging,” katanya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara telah mengambil sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hasil laboratorium diperkirakan baru dapat diketahui beberapa hari setelah proses pengujian.

Pemeriksaan tersebut menjadi penting untuk memastikan apakah gangguan kesehatan yang dialami siswa dan guru berkaitan dengan makanan MBG atau terdapat faktor lain.

Sementara itu, pihak SPPG Bandengan 5 menyatakan siap bertanggung jawab terhadap penerima manfaat yang terdampak, termasuk memberikan kompensasi biaya pengobatan.

“Kami tidak lari dari tanggung jawab. Salah satunya kami memberikan kompensasi kepada para korban. Hari ini MBG tetap berjalan di SMPN 2 Jepara,” ujar Tholib.

Hingga hasil pemeriksaan laboratorium diterbitkan, dugaan keracunan tersebut masih dalam proses penyelidikan. Belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa dan guru.

Reporter: Aris.S

Share: