Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Wakil Ketua DPRD Jepara Junarso Dorong Cinta Produk Lokal Lewat Diskusi Olahan Pangan

KlikFakta.com, JEPARA — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Junarso, mengajak masyarakat untuk lebih mencintai produk olahan pangan lokal sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah.

Ajakan tersebut disampaikan Junarso saat menggelar diskusi pengolahan pangan bersama kelompok ibu-ibu PKK di Omah Tani, Desa Watuaji, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Minggu (31/5/2026).

Dalam kegiatan itu, politikus sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jepara tersebut menekankan pentingnya memanfaatkan potensi lokal, termasuk hasil peternakan dan perikanan, agar memiliki nilai tambah ekonomi.

“Sebelum diskusi dimulai, saya sengaja mengajak ibu-ibu melihat langsung pola peternakan di Omah Tani agar bisa memahami potensi usaha yang dapat dikembangkan,” ujar Junarso.

Menurutnya, sektor peternakan ikan lele yang dikembangkan di Omah Tani memiliki prospek yang menjanjikan jika diolah secara kreatif. Ia mencontohkan, daging ikan lele dapat diolah menjadi abon, sementara kulitnya bisa dijadikan keripik bernilai jual.

“Kelompok ibu-ibu PKK dapat mengembangkan produk olahan seperti abon lele maupun keripik kulit lele agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” jelasnya.

Junarso juga membagikan sejumlah strategi penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurut dia, keberhasilan usaha bergantung pada empat faktor utama, yakni kualitas dan ketersediaan bahan baku, kemasan yang menarik dan informatif, pasar yang jelas, serta pelayanan pelanggan yang baik.

“Empat elemen tersebut saling berkaitan untuk menciptakan nilai tambah sekaligus meningkatkan daya saing produk di pasar,” katanya.

Sebagai pimpinan legislatif daerah, Junarso mendorong Pemerintah Kabupaten Jepara agar terus memperkuat ekosistem UMKM melalui pendampingan, pelatihan, hingga dukungan sarana produksi agar pelaku usaha lokal mampu berkembang dan naik kelas.

“Jika UMKM kuat, ekonomi daerah juga akan semakin kuat. Dampaknya tentu pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara lebih merata,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait guna membuka peluang bantuan berupa pelatihan dan alat mesin produksi bagi kelompok masyarakat yang ingin mengembangkan usaha olahan pangan.

Dalam sesi dialog, salah satu peserta dari Desa Jlegong menyampaikan aspirasi terkait potensi peternakan lele di wilayahnya yang belum didukung kemampuan pengolahan hasil panen menjadi produk pangan bernilai tambah.

“Kami memiliki banyak peternak lele, tetapi masih kesulitan mengolahnya menjadi produk pangan lokal. Kami berharap ada bantuan pelatihan maupun alat produksi,” ungkap peserta tersebut.

Menanggapi hal itu, tim pemberdayaan masyarakat, Sulton, menjelaskan bahwa kelompok masyarakat dapat mengajukan pelatihan dan bantuan alat melalui mekanisme pengajuan ke dinas terkait dengan melengkapi persyaratan administrasi.

“Kelompok ibu-ibu segera melengkapi persyaratan untuk diajukan ke dinas. Setelah diajukan, permohonan tidak dapat diubah,” jelasnya.

Momentum diskusi tersebut juga bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni. Dalam kesempatan itu, Junarso menegaskan komitmen PDI Perjuangan Jepara untuk terus memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan semangat persatuan di tengah perkembangan teknologi serta perubahan sosial yang semakin cepat.

“Penguatan ideologi kebangsaan penting agar semangat persatuan tetap terjaga di tengah dinamika zaman,” pungkasnya.(ADV)

Share: