Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Mahasiswa KKN 76 Gelar Sosialisasi “CERGAS”, Ajak Siswa SD dan MI di Desa Papringan Bijak Gunakan Gadget

klikFakta.com, KUDUS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 76 menggelar sosialisasi penggunaan gadget secara bijak melalui program CERGAS (Cerdas Gunakan Gadget dengan Batas) di sejumlah sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah di Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Kegiatan yang berlangsung selama sepekan, mulai Kamis (6/8) hingga Rabu (12/8), tersebut merupakan bagian dari program kerja penunjang KKN 76 selama menjalankan pengabdian di Desa Papringan. Sosialisasi melibatkan siswa kelas 3 hingga kelas 6 dengan materi mengenai penggunaan perangkat digital secara sehat, aman, dan bertanggung jawab sejak usia sekolah.

Rangkaian kegiatan dimulai di SDN 02 Papringan pada Kamis (6/8). Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan konsep CERGAS kepada siswa kelas 3, 4, dan 5. Mereka diajak memahami pentingnya mengatur waktu serta mengenali batas penggunaan gadget dalam aktivitas sehari-hari.

Sosialisasi berlanjut di MI NU Mustafiddin pada Senin (10/8) yang diikuti siswa kelas 5 dan 6. Sehari kemudian, Selasa (11/8), kegiatan serupa berlangsung di SDN 03 Papringan bersama siswa kelas 6. Rangkaian CERGAS kemudian ditutup di SDN 01 Papringan pada Rabu (12/8) dengan melibatkan siswa kelas 5 dan 6.

Koordinator Desa KKN 76, Rezza Mahesa Ramadhan, mengatakan pemilihan tema CERGAS tidak terlepas dari semakin dekatnya gadget dengan kehidupan anak-anak, baik untuk belajar maupun hiburan. “Program CERGAS kami pilih karena penggunaan gadget sudah menjadi bagian dari keseharian anak-anak.

Melalui sosialisasi ini, kami ingin memberikan pemahaman sederhana kepada siswa mengenai bagaimana menggunakan gadget secara bijak, mengetahui batas waktu penggunaannya, serta memilih konten yang sesuai dengan usia mereka,” ujar Rezza.

Dalam penyampaian materi, mahasiswa KKN 76 UIN Sunan Kudus membahas sejumlah hal, mulai dari batas waktu penggunaan gadget, keseimbangan antara belajar dan bermain, hingga pentingnya tetap berinteraksi secara langsung dengan keluarga dan teman.

Siswa juga diperkenalkan pada cara mengenali konten yang aman dan sesuai dengan usia mereka. Selain manfaat teknologi untuk mendukung pembelajaran, mahasiswa menjelaskan risiko penggunaan gadget secara berlebihan, seperti ketergantungan, berkurangnya konsentrasi belajar, minimnya aktivitas fisik, serta paparan konten yang tidak sesuai bagi anak.

Materi disampaikan melalui penjelasan sederhana yang dipadukan dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Cara tersebut membuat siswa dapat menghubungkan materi dengan kebiasaan mereka dalam menggunakan gadget sehari-hari.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Sejumlah siswa aktif mengajukan pertanyaan dan menceritakan pengalaman mereka ketika menggunakan gadget untuk belajar maupun bermain.

Rezza berharap edukasi yang diberikan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dipahami selama kegiatan berlangsung.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada sosialisasi, tetapi dapat menjadi pengetahuan yang diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan gadget tetap dapat memberikan manfaat, khususnya untuk belajar, selama dilakukan dengan batasan dan pendampingan yang tepat,” kata Rezza.

Melalui CERGAS, mahasiswa KKN 76 mendorong anak-anak di Desa Papringan untuk memanfaatkan teknologi secara positif tanpa mengesampingkan waktu belajar, bermain, bersosialisasi, dan beraktivitas fisik.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari kontribusi KKN 76 dalam memberikan edukasi digital kepada masyarakat, khususnya anak-anak, di tengah semakin luasnya penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Share: