Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Ketua DPRD Jepara Sambut Wahyono, Sosok Visioner Pembuat Kereta Kencana Ikonik Ratu Kalinyamat

KlikFakta.com, JEPARA — Ketua DPRD Jepara Agus Sutisna menerima audiensi seniman sekaligus akademisi Wahyono pada Senin (18/05/2026) di Ruang Ketua DPRD Jepara.

Audiensi tersebut membahas gagasan besar pembuatan Kereta Kencana Ratu Kalinyamat yang digagas Wahyono sebagai bagian dari disertasi penciptaan seni program doktoralnya di ISI Surakarta.

Wahyono yang merupakan dosen Program Studi Pendidikan Kriya, Departemen Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa, Seni dan Budaya Universitas Negeri Yogyakarta itu dikenal aktif dalam dunia seni rupa dan kriya, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Selain mengajar, ia juga aktif mengikuti pameran seni, menulis buku dan jurnal, serta terlibat dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat melalui pelatihan, workshop, hingga pendampingan masyarakat.

Pria kelahiran Ketilengsingolelo, Welahan, Jepara, 26 Februari 1973 tersebut merupakan lulusan SMIK Negeri Jepara tahun 1995. Ia kemudian menempuh pendidikan S1 Pendidikan Kriya/Seni Rupa di Universitas Negeri Yogyakarta dan lulus pada 2001, sebelum melanjutkan S2 Penciptaan Seni Kriya di ISI Yogyakarta pada 2003. Saat ini, Wahyono sedang menyelesaikan program doktoral seni di ISI Surakarta.

Dalam audiensi tersebut, Wahyono memaparkan konsep Kereta Kencana Ratu Kalinyamat yang dirancang sebagai simbol kejayaan sejarah dan identitas budaya Jepara. Kereta tersebut mengusung konsep “Kepemimpinan Perempuan dan Kejayaan Jepara” dengan mengangkat ornamen khas Mantingan Jepara yang sarat nilai historis dan artistik.

Kereta kencana itu dirancang menggunakan material utama berupa kayu jati, kulit sapi, logam kuningan, serta kain tradisional. Desainnya dibuat melalui riset sejarah mendalam dan perenungan spiritual panjang sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok Ratu Kalinyamat.

Menurut Wahyono, keberadaan kereta kencana tersebut diharapkan tidak hanya menjadi karya seni monumental, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai ikon budaya Kabupaten Jepara, media edukasi sejarah, serta sarana kirab budaya dan agenda resmi pemerintahan daerah.

“Bukan sekadar kereta kencana, ini adalah mahakarya budaya yang menghidupkan kembali kejayaan Ratu Kalinyamat,” ungkap Wahyono dalam audiensi tersebut.

Ketua DPRD Jepara, Agus Sutisna, menyambut positif gagasan tersebut dan mendorong agar proyek Kereta Kencana Ratu Kalinyamat dapat segera diwujudkan. Menurutnya, keberadaan kereta kencana akan menjadi simbol budaya baru yang membanggakan sekaligus dapat digunakan dalam kirab Hari Jadi Jepara maupun berbagai pagelaran budaya lainnya.

“Karya ini sangat luar biasa karena mampu mengangkat sejarah besar Jepara dalam bentuk visual budaya yang megah. Kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan agar karya monumental ini benar-benar terwujud,” kata Agus Sutisna.

Dalam proposal yang dipaparkan, kebutuhan anggaran pembangunan kereta kencana diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar, meliputi proses kajian sejarah, pembuatan kerangka kereta, ukiran khas Jepara, hingga kegiatan peresmian dan dokumentasi.

Kereta Kencana Ratu Kalinyamat sendiri dirancang memiliki panjang 410 sentimeter, lebar 190 sentimeter, dan tinggi 262 sentimeter, serta dapat ditarik oleh dua hingga delapan ekor kuda. Desain tersebut diproyeksikan menjadi ikon budaya baru Kabupaten Jepara yang memperkuat identitas daerah sekaligus mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya lokal.(ADV)

Share: