KlikFakta.com, KUDUS — Tradisi Apitan di Desa Undaan Kidul, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, kembali digelar dengan meriah dan penuh khidmat. Kegiatan tahunan yang menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas hasil panen, keselamatan, serta keberkahan ini berlangsung dengan berbagai rangkaian acara budaya yang melibatkan partisipasi luas dari warga.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke makam cikal bakal Desa Undaan Kidul sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur. Kegiatan ini juga menjadi sarana doa agar desa senantiasa diberikan keselamatan, ketenteraman, dan keberkahan bagi seluruh masyarakat.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Undaan Kidul, Zuliyati, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan diawali dengan ziarah ke makam para leluhur atau cikal bakal desa. Tradisi ini menjadi simbol penghormatan kepada pendahulu sekaligus upaya menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
“Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan kepada para pendiri desa, sekaligus memanjatkan doa agar masyarakat senantiasa diberi keselamatan dan keberkahan,” ujarnya.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi gunungan hasil bumi yang menjadi salah satu agenda utama dalam tradisi Apitan. Pada perayaan tahun ini, sebanyak 19 gunungan dihadirkan dengan berisi berbagai hasil pertanian seperti padi, sayuran, dan buah-buahan yang disusun secara menarik. Gunungan tersebut kemudian diarak mengelilingi desa dalam kirab yang diikuti oleh warga dengan penuh antusias. Prosesi ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus mencerminkan potensi pertanian serta kekompakan masyarakat Desa Undaan Kidul.
Acara berlanjut pada hari kamis (23/4/2026) yang merupakan puncak acara sedekah bumi. Sejak pagi hari, suasana perayaan semakin semarak dengan dibukanya acara melalui pagelaran wayang. Pertunjukan seni tradisional tersebut menjadi hiburan sekaligus bentuk pelestarian budaya lokal yang masih dijaga hingga saat ini.
Puncak acara ditandai dengan pagelaran seni ketoprak oleh grup Panji Anom yang menyajikan kisah penuh pesan moral, nilai-nilai kehidupan, serta kearifan budaya Jawa. Pertunjukan tersebut mampu menarik perhatian masyarakat yang memadati lokasi acara hingga malam hari.
Zuliyati berharap, tradisi sedekah bumi ini mampu membawa keberkahan, kemakmuran, serta perlindungan bagi seluruh warga Desa Undaan Kidul.
“Semoga desa kami menjadi gemah ripah loh jinawi dan terhindar dari segala marabahaya,” pungkasnya.
Dengan terselenggaranya tradisi Apitan ini, Desa Undaan Kidul terus menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlangsung sebagai bagian dari identitas budaya yang memperkuat kebersamaan masyarakat Kabupaten Kudus.
Reporter: Zulfikar







