KlikFakta.com, JEPARA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jepara mencatat realisasi penyaluran bantuan yang luar biasa sepanjang awal tahun hingga Mei 2026. Total dana yang telah disalurkan ke masyarakat mencapai lebih dari Rp5,6 miliar dengan menyasar lebih dari 35 ribu mustahik dan 41 ribu penerima manfaat.
Golongan (asnaf) miskin mendominasi mustahik dengan total sasaran mencapai 31.247 orang. Nilai bantuan yang dikucurkan untuk asnaf miskin ini menembus angka lebih dari Rp4,5 miliar. Angka tersebut merepresentasikan sekitar 81 persen dari total dana yang telah didistribusikan oleh BAZNAS Jepara, sekaligus melampaui target perencanaan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Realisasi bantuan untuk warga miskin ini melonjak tajam dan jauh melampaui distribusi untuk kategori asnaf lainnya. Sebagai perbandingan, asnaf fakir baru menyerap anggaran sekitar 3,8 persen atau setara Rp215 juta hingga Mei 2026.
Sementara itu, posisi kedua serapan terbesar ditempati oleh asnaf Fisabilillah. Kategori ini menyerap sekitar 12,4 persen dari total anggaran, atau bernilai kurang lebih Rp700 juta.
Melonjaknya distribusi bantuan untuk warga miskin secara otomatis memengaruhi peta penyerapan program kerja di BAZNAS Jepara. Program Jepara Peduli menjadi pilar utama dengan berhasil menyasar lebih dari 32 ribu mustahik di seluruh wilayah Kota Ukir.
Di sisi lain, program Jepara Makmur menempati posisi berikutnya dengan menyerap 10 persen dari total bantuan yang disalurkan, atau senilai sekira Rp582 juta. Sementara Program Jepara Taqwa telah menyasar 1444 mustahik atau 8,19 persen.
Merespons capaian ini, Ketua BAZNAS Jepara, M. Nasrullah Huda, menegaskan bahwa pihaknya kini tengah fokus melakukan transformasi strategi penyaluran. BAZNAS Jepara berkomitmen untuk terus meningkatkan porsi bantuan yang bersifat produktif ketimbang konsumtif.
“Kami terus berusaha menyalurkan bantuan produktif kepada warga yang membutuhkan dan mengurangi bantuan yang konsumtif. Harapannya agar para mustahik ini ke depan lebih berdaya secara ekonomi dan taraf kehidupannya meningkat,” ujar Nasrullah.
Melalui langkah ini, lanjut Gus Huda, BAZNAS Jepara berharap para penerima manfaat tidak hanya terbantu secara instan, melainkan mampu mandiri secara finansial di masa depan dan memutus rantai kemiskinan di Kabupaten Jepara.
Ia menambahkan, tingginya angka penyerapan ini juga menjadi bukti nyata dari kepercayaan masyarakat dan para muzakki (pemberi zakat) yang terus tumbuh terhadap BAZNAS Jepara. Oleh karena itu, akuntabilitas pengelolaan dana umat akan selalu menjadi prioritas utama.
“Amanah yang besar ini harus kami pertanggungjawabkan dengan penyaluran yang tepat sasaran, transparan, dan berdampak nyata. Melalui program produktif seperti Jepara Makmur, kita ingin para mustahik hari ini, suatu saat nanti bisa mandiri dan bahkan naik kelas menjadi muzakki,” pungkasnya.
Reporter: Aris.S







