Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Ratusan Usulan Program Bupati Ngantor di Desa Tuntas Tahun Lalu, Sisanya Tahun Ini

Halal bihalal bersama Bupati dan rapat koordinasi

KlikFakta.com, JEPARA – Suasana kebersamaan dan semangat kolaborasi terasa kuat dalam kegiatan Halal Bihalal Forkopimcam, Petinggi, Carik, dan Ketua BPD se-Kecamatan Kedung, Nalumsari, dan Mayong, Rabu (15/04/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan bahwa salah satu program unggulan yang memberikan dampak signifikan adalah program “Bupati Ngantor di Desa”. Program ini dinilai mampu membedah potensi wilayah secara tematik dan spesifik, sekaligus mempercepat penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.

“Dari 672 usulan masyarakat yang masuk melalui program ini, sebanyak 217 usulan telah berhasil diselesaikan pada tahun 2025. Sisanya akan kita tuntaskan di tahun ini,” ujarnya.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa konektivitas dan sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Jepara dengan pemerintah desa semakin solid. Dampaknya pun terlihat pada sejumlah indikator makro daerah yang menunjukkan tren positif.

“Pertumbuhan ekonomi kita meningkat signifikan menjadi 5,91 persen. Tingkat kemiskinan juga berhasil ditekan dari 6,09 persen menjadi 5,79 persen,” tambahnya.

Dalam sektor infrastruktur, Pemkab Jepara terus menggenjot pembangunan melalui program “OTW Jepara Mulus”, yang telah merealisasikan pemeliharaan jalan sepanjang 421,84 kilometer di seluruh wilayah kabupaten.

Secara khusus, Bupati juga mengapresiasi Kecamatan Kedung atas dukungannya terhadap peningkatan layanan kesehatan.

Hal ini ditunjukkan melalui penguatan fasilitas Pustu serta pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Puskesmas Kedung guna menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Sementara itu, Kecamatan Nalumsari dinilai memiliki potensi besar di sektor pertanian dan ekonomi kreatif. Luas panen padi yang mencapai 2.652 hektar serta produksi buah-buahan yang melimpah menjadi kekuatan utama. Selain itu, industri furnitur ukir seperti gebyog dan destinasi wisata seperti Wana Wisata Sreni Indah turut menjadi daya tarik tersendiri.

Bupati pun mendorong para petinggi desa untuk terus berinovasi dalam mengelola potensi tersebut melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, Kecamatan Mayong juga menunjukkan geliat ekonomi yang menjanjikan. Industri genteng dan gerabah di Mayong Lor yang telah melegenda, sentra konveksi, hingga potensi agrowisata seperti Wisata Tengah Sawah menjadi aset penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Melalui momentum Halal Bihalal ini, Bupati berharap seluruh elemen pemerintahan di tingkat kecamatan dan desa dapat terus memperkuat kolaborasi, menjaga kekompakan, serta bersama-sama mewujudkan pembangunan Jepara yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.(ADV)

Share: