KlikFakta.com, KUDUS – Jati Night Market (Pasar rakyat) mulai digelar di lapangan Desa Tumpangkrasak, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Acara ini berlangsung selama 4 hari, mulai kemarin Senin (21/11) malam.

“Gelaran pasar rakyat ini mulai dibuka malam ini (kemarin, red), 21-24 November dengan memunculkan seluruh potensi umkm yang ada di Kecamatan Jati. Semoga terselenggara dengan lancar dan dapat mendongkrak perekonomian masyarakat,” ucap Camat Jati, Fiza Akbar.

Dirinya menjelaskan kegiatan ini sebagai salah satu langkah membangkitkan ekonomi terutama untuk mempromosikan UMKM lokal.

Bupati Hartopo yang datang membuka Jati Night Market mengungkapkan acara ini memang digelar untuk pemulihan ekonomi. “Semoga dengan recovery ini dapat menumbuhkan kembali geliat ekonomi masyarakat Kabupaten Kudus yang sempat terpuruk akibat pandemi,” katanya.

Dirinya mengapresiasi antusiasme masyarakat dan pelaku UMKM yang menyukseskan acara.

Menurutnya, pelaku umkm adalah penopang utama perekonomian masyarakat Kabupaten Kudus. Oleh karena itu, pasar rakyat diharap berdampak positif bagi bangkitnya geliat perekonomian.

Terlebih, Hartopo mengungkapkan pasar rakyat akan digelar di seluruh kecamatan yang ada di Kudus.

“Pasar rakyat adalah gagasan saya dan sudah kami anggarkan disetiap kecamatan. Saya minta ada pemberdayaan UMKM dalam pagelaran pasar rakyat. Setiap kecamatan harus mulai mengakomodir dan memfasilitasi pelaku UMKM yang ada,” pintanya.

Gelaran pasar rakyat ini dibiayai dana insentif dari pemerintah pusat sebesar 10,4 miliar yang dari reward yang diberikan pemerintah pusat untuk Kudus yang mampu mengendalikan inflasi.

“Alhamdulillah kita berhasil masuk sepuluh besar dalam pengendalian inflasi, oleh karena itu kita dapat reward sebanyak 10,4 miliar yang akan digunakan untuk memfasilitasi gelaran pasar rakyat di sembilan Kecamatan, termasuk bazar pasar murah,” jelasnya.

Dirinya berharap, Kabupaten Kudus dapat terus menekan laju inflasi sehingga pemulihan ekonomi masyarakat dapat terus berjalan.

Sementara itu, Sofiatun warga setempat mengaku senang dengan pasar rakyat yang digelar lantaran sudah lebih dari 2 tahun kegiatan massal dilarang.

“Sangat bahagia sekali dengan adanya hiburan pasar rakyat ini, seperti mini dandangan,” katanya. (*)