klikFakta.com, JEPARA — Perjalanan tanpa kekalahan bukan jaminan sebuah tim akan mengangkat trofi. RW 03 yang tampil konsisten sepanjang Turnamen Liga RW Desa Bawu 2026 akhirnya harus mengakui ketangguhan RW 01 setelah kalah melalui drama adu penalti pada partai final, Minggu (16/8/2026).
Pertandingan final yang mempertemukan RW 01 dan RW 03 berlangsung ketat sejak menit awal. RW 01 tampil lebih agresif dan mampu menguasai jalannya permainan. Serangan demi serangan dibangun untuk membongkar pertahanan RW 03, namun belum mampu menghasilkan gol hingga peluit panjang dibunyikan.
RW 03 yang memiliki catatan tanpa kekalahan sepanjang turnamen mendapat tekanan dari berbagai lini. Pertahanan yang dikomandoi kapten Riffan Gembol tampil disiplin. Kiper Sarpin juga beberapa kali melakukan penyelamatan penting untuk menggagalkan peluang RW 01.
Di sisi lain, RW 01 terus berupaya mencari celah. Namun, solidnya lini belakang RW 03 membuat pertandingan tetap bertahan dengan skor 0-0 hingga waktu normal berakhir.
RW 03 sesekali mencoba membangun serangan balik. Namun, upaya tersebut kerap terhenti di lini tengah. Mampu menjadi salah satu pemain RW 01 yang berperan dalam memutus alur serangan balik lawan.
Di lini tengah, Rois dan Dali juga tampil impresif. Keduanya mampu menjaga kedalaman permainan RW 01 sekaligus membantu tim mempertahankan keseimbangan antara bertahan dan menyerang.
Pertandingan akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti. Dalam situasi penuh tekanan tersebut, RW 01 mampu tampil lebih tenang dan memastikan kemenangan atas RW 03.
Hasil tersebut sekaligus mengantarkan RW 01 sebagai juara Turnamen Liga RW Desa Bawu 2026. Kemenangan ini menjadi penutup manis bagi perjalanan RW 01 yang mampu tampil hingga partai puncak dan mengamankan trofi melalui drama adu penalti.
Sementara bagi RW 03, kekalahan di final menjadi akhir dari perjalanan mereka yang sebelumnya dilalui tanpa kekalahan. Meski gagal meraih gelar, penampilan RW 03 hingga partai puncak tetap menjadi catatan positif dalam turnamen tahun ini.

Penebus Kekalahan Final Tahun Lalu
Kemenangan RW 01 disambut meriah para pendukung. Pentolan suporter RW 01, Yasir, menyebut gelar tahun ini memiliki arti tersendiri karena pada final tahun sebelumnya tim RW 01 harus mengalami kekalahan.
Menurut Yasir, keberhasilan menjuarai turnamen tahun ini menjadi bentuk kebangkitan setelah kegagalan tersebut.
“Tahun lalu kita kalah di final, tapi hari ini di tahun 2026 kita mampu menang dramatis melalui adu penalti. Apa pun skornya, berapa pun skornya, menang tetaplah menang. Akhirnya kita juara,” ujar Yasir.
Ia juga mengapresiasi perjuangan para pemain RW 01 yang mampu menjaga konsentrasi hingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Euforia kemenangan kemudian pecah di antara para pendukung RW 01. Sorak-sorai dan yel-yel kemenangan terdengar setelah tim mereka memastikan gelar juara.
“Hore, hore, RW 01 juara!” teriak para suporter.
Bagi RW 01, kemenangan ini sekaligus menjadi momentum untuk menutup kekecewaan dari final tahun lalu. Setelah melewati pertandingan final yang ketat dan penuh tekanan, RW 01 akhirnya berdiri sebagai juara Liga RW Desa Bawu 2026 melalui drama adu penalti.
Reporter: Aris.S







