Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

TP PKK Jepara dan PKBI Gelar Sosialisasi Kesehatan Reproduksi, Cegah Persoalan Reproduksi

Ketua TP PKK Kabupaten Jepara, Hj. Laila Saidah Witiarso

klikFakta.com, JEPARA – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Jepara bekerja sama dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Jepara menggelar Sosialisasi Kesehatan Reproduksi di Galeri Dekranasda Kabupaten Jepara, Senin (27/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah nyata memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya kader PKK, mengenai pentingnya kesehatan reproduksi sebagai fondasi dalam mewujudkan keluarga sehat dan generasi berkualitas.

Acara dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Jepara, Hj. Laila Saidah Witiarso, Ketua PKBI Cabang Jepara dr. Muhammad Ishaq, jajaran pengurus TP PKK Kabupaten dan Kecamatan, serta para peserta sosialisasi. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepakatan (MoU) antara TP PKK Kabupaten Jepara dan PKBI Cabang Jepara sebagai bentuk penguatan sinergi dalam pelaksanaan program edukasi dan pelayanan kesehatan reproduksi di Kabupaten Jepara.

Ketua PKBI Cabang Jepara, dr. Muhammad Ishaq, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta atas antusiasme mengikuti kegiatan tersebut. Ia juga mengungkapkan bahwa PKBI Cabang Jepara melalui Unit Klinik Wahana Sejahtera berhasil meraih Juara I Lomba Pelayanan Keluarga Berencana (KB) dalam rangkaian Peringatan Hari Kartini Tahun 2026. Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas edukasi kesehatan reproduksi kepada masyarakat.

IMG 20260727 WA0009

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Jepara, Hj. Laila Saidah Witiarso, menegaskan bahwa kolaborasi dengan PKBI merupakan bagian dari upaya membangun keluarga yang sehat dan tangguh melalui edukasi yang berkelanjutan. Ia menyampaikan bahwa kesehatan reproduksi tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan keluarga, perlindungan anak, serta kualitas generasi penerus bangsa.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi masih cukup besar. Data di Jawa Tengah menunjukkan masih tingginya angka kematian ibu, kematian bayi, perkawinan anak, hingga stunting. Di Kabupaten Jepara sendiri, sepanjang 2025 tercatat 360 permohonan dispensasi nikah, sedangkan hingga Juli 2026 telah mencapai 184 permohonan. Kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya edukasi dan pendampingan keluarga sejak dini.

Hj. Laila berharap kader PKK dapat menjadi ujung tombak penyebarluasan informasi yang benar mengenai kesehatan reproduksi di lingkungan masing-masing. Pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan ini diharapkan tidak berhenti di ruang sosialisasi, tetapi diteruskan kepada para kader di desa, para ibu, serta keluarga sehingga mampu membangun komunikasi yang sehat dan mendorong langkah-langkah pencegahan berbagai persoalan reproduksi sejak dini.

Sesi sosialisasi menghadirkan narasumber dr. Haris Ihza Mahendra yang memaparkan materi mengenai 12 Hak-Hak Reproduksi dan Seksual. Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai hak setiap individu untuk memperoleh informasi, pelayanan kesehatan, perlindungan, serta pengambilan keputusan yang bertanggung jawab terkait kesehatan reproduksi.

Melalui kegiatan ini, TP PKK Kabupaten Jepara dan PKBI Cabang Jepara berharap terbangun kesadaran bersama untuk menciptakan keluarga yang sehat, mencegah berbagai persoalan reproduksi, serta mendukung terwujudnya generasi Jepara yang sehat, berkualitas, dan siap menghadapi masa depan.(ADV)

Share: