Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Salmonella Ditemukan pada Beef Teriyaki MBG SMPN 2 Jepara, 123 Siswa dan Guru Sakit

(Foto: klikFakta/Aris.S)

klikFakta.com, JEPARA – Kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 2 Jepara mengungkap temuan baru. Laboratorium Kesehatan (Labkes) Jepara menemukan bakteri Salmonella sp pada sampel menu beef teriyaki yang berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bandengan 05.

Temuan tersebut muncul setelah 123 siswa dan guru SMPN 2 Jepara mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu MBG. Mereka terdiri atas 110 siswa dan 13 guru.

Kasus ini terjadi setelah menu MBG dibagikan pada Senin (3/8/2026). Sejumlah siswa dan guru kemudian mengalami keluhan berupa diare, mual hingga muntah.

Empat siswa dengan kondisi lebih lemah sempat mendapatkan penanganan medis di Unit Gawat Darurat (UGD) RS PKU Aisyiyah Jepara yang berada di seberang sekolah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Hadi Sarwoko, mengatakan pemeriksaan dilakukan terhadap sejumlah sampel makanan yang sebelumnya disimpan sebagai bank sampel di dalam freezer SPPG Bandengan 05.

Pemeriksaan dilakukan Labkes Jepara pada 4 hingga 7 Agustus 2026.

“Dari hasil pengujian sampel makanan yang disimpan sebagai bank sampel di SPPG Bandengan 05, ditemukan beberapa bakteri pada sejumlah menu,” ujar Hadi Sarwoko.

IMG 20260806 WA0009
Temuan bakteri salmonella dalam dugaan keracunan MBG di SMPN 2 Jepara (Foto:klikFakta/Aris.S)

Dalam pemeriksaan tersebut, tidak seluruh sampel makanan ditemukan mengandung bakteri.

Pada sampel nasi putih, tempe goreng, serta labu siam dan wortel bumbu kuning, laboratorium tidak menemukan bakteri berdasarkan parameter pengujian yang dilakukan.

Namun, hasil berbeda ditemukan pada menu beef teriyaki.

Sampel beef teriyaki dinyatakan mengandung Enterobacteriaceae dan Salmonella sp.

Temuan Salmonella menjadi perhatian karena bakteri tersebut dapat menyebabkan gangguan saluran pencernaan apabila seseorang mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.

Selain beef teriyaki, pemeriksaan juga menemukan mikroorganisme pada sampel semangka.

Sampel semangka diketahui mengandung Bacillus cereus dan Enterobacteriaceae. Laboratorium juga menemukan yeast dan mold atau khamir dan kapang.

Pemeriksaan kemudian diperluas ke aspek sanitasi lingkungan dapur SPPG Bandengan 05.

Sampel air bersih yang berada di bak cuci turut diperiksa. Hasilnya menunjukkan adanya coliform.

Temuan tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu dievaluasi karena berkaitan dengan penerapan higiene dan sanitasi di lingkungan dapur penyedia makanan.

Meski demikian, temuan Salmonella pada sampel beef teriyaki belum dapat dijadikan dasar tunggal untuk menyimpulkan bahwa bakteri tersebut merupakan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami siswa dan guru.

Kepastian hubungan antara temuan laboratorium dan kejadian tersebut masih memerlukan penguatan melalui data klinis dan investigasi epidemiologi.

Penelusuran sumber kontaminasi juga perlu dilakukan secara menyeluruh. Pemeriksaan dapat mencakup penerimaan bahan baku, proses pengolahan dan pemasakan, penyimpanan, distribusi makanan, kebersihan peralatan, kualitas air hingga higiene para penjamah makanan.

Temuan laboratorium tersebut kini menjadi bagian penting dalam evaluasi kasus gangguan kesehatan di SMPN 2 Jepara.

Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara bersama pihak terkait perlu memastikan tindak lanjut dilakukan secara menyeluruh, termasuk mengevaluasi standar keamanan pangan dan sanitasi di SPPG Bandengan 05.

Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan keamanan makanan dalam pelaksanaan program MBG serta mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Penetapan penyebab pasti kejadian tetap membutuhkan penggabungan hasil pemeriksaan laboratorium, data klinis dan investigasi epidemiologi.

Reporter: Aris.S

Share: