KlikFakta.com, JEPARA — Penutupan Liga TopSkor (LTS) Zona Jepara 2026 berlangsung meriah di Stadion Kamal Junaidi Jepara, Minggu (10/5/2026). Agenda penutupan dirangkai dengan partai final serta penyerahan trofi dan medali bagi para juara dari kelompok usia (KU) 14 dan KU 16.
Kompetisi usia muda yang berlangsung panjang tersebut mempertemukan sejumlah sekolah sepak bola (SSB) dan akademi terbaik dari wilayah eks Karesidenan Pati, seperti Jepara, Kudus, hingga Pati. Liga ini menjadi ajang pembinaan sekaligus pencarian talenta muda sepak bola yang diproyeksikan menuju level nasional.
Tim yang keluar sebagai juara dari masing-masing kelompok usia nantinya akan mewakili Zona Jepara Jawa Tengah pada putaran nasional Liga TopSkor di Jakarta. Zona Jepara sendiri menjadi salah satu dari empat zona di Jawa Tengah yang mengikuti kompetisi nasional tersebut.
Penyelenggaraan Liga TopSkor Zona Jepara 2026 dilakukan melalui kolaborasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga sebagai bagian dari penguatan sistem pembinaan sepak bola usia muda di daerah.
Penanggung jawab Liga TopSkor Zona Jepara, Murdianto, mengatakan seluruh peserta merupakan akademi dan sekolah sepak bola yang aktif melakukan pembinaan pemain usia dini secara berkelanjutan.
“Seluruh peserta berasal dari akademi dan sekolah sepak bola yang aktif melakukan pembinaan. Juara dari KU 14 dan KU 16 nantinya akan mengikuti Liga TopSkor putaran nasional di Jakarta,” ujarnya.
Menurutnya, kelompok usia 14 dan 16 tahun menjadi fondasi penting dalam pembinaan atlet sepak bola masa depan. Karena itu, kompetisi tidak hanya menitikberatkan pada hasil pertandingan, tetapi juga proses pembinaan karakter dan kemampuan pemain.
“Liga TopSkor tidak semata berfokus pada aspek kompetisi, tetapi juga pada kesinambungan pembinaan jangka panjang. Dengan ini kami ingin memastikan jalur pembinaan pemain berjalan utuh dari usia dini hingga remaja,” tambah panitia penyelenggara.
Pada kelompok usia 14 tahun, LJFA tampil sebagai juara pertama setelah menunjukkan performa konsisten sepanjang kompetisi. Sementara Puslat Pati harus puas di posisi runner-up dan BTC FA menempati peringkat ketiga.
Selain penghargaan tim, panitia juga memberikan apresiasi individu kepada pemain terbaik dan pencetak gol terbanyak. M. Salman Al Farisi dari BTC FA meraih gelar top skor, sedangkan Fabian Aurel dari LJFA dinobatkan sebagai pemain terbaik.
Adapun hasil lengkap KU 14 yakni:
Top Skor: M. Salman Al Farisi (BTC FA)
Pemain Terbaik: Fabian Aurel (LJFA)
Juara Babak 4 Besar: SSB Bangsri
Juara 3: BTC FA
Juara 2: Puslat Pati
Juara 1: LJFA
Sementara itu di kelompok usia 16 tahun, Safin Garuda sukses keluar sebagai juara usai tampil dominan hingga partai final. Asti Kudus menempati posisi kedua, sedangkan Safin Rajawali berada di peringkat ketiga.
Penghargaan individu KU 16 diberikan kepada Tunut Hasan Maulana dari Safin Garuda sebagai pencetak gol terbanyak dan Rasul Maluk Wonda sebagai pemain terbaik turnamen.
Hasil lengkap KU 16:
Top Skor: Tunut Hasan Maulana (Safin Garuda)
Pemain Terbaik: Rasul Maluk Wonda
Juara Babak 4 Besar: BTC FA
Juara 3: Safin Rajawali
Juara 2: Asti Kudus
Juara 1: Safin Garuda
Dengan berakhirnya Liga TopSkor Zona Jepara 2026, diharapkan lahir bibit-bibit pemain potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan profesional.
Kompetisi ini juga menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola usia muda di wilayah Pantura Timur Jawa Tengah terus berkembang dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat maupun insan sepak bola daerah.
Reporter: Aris.S







