KlikFakta.com, KUDUS — Tradisi Gantingi kembali digelar di Pabrik Gula (PG) Rendeng setelah puluhan tahun vakum. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali budaya lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pelibatan UMKM.
Acara ini mengusung tema “Satukan Langkah Bersama Mitra Meraih Target Jemput Keberkahan Laba” sebagai semangat kolaborasi dalam membangun ekonomi dan melestarikan tradisi.
Event Organizer (EO) kegiatan, Edy Siswanto, menyampaikan bahwa kebangkitan tradisi ini merupakan hasil kolaborasi dengan pihak PG Rendeng. Ia menegaskan, upaya ini tidak hanya bertujuan melestarikan tradisi, tetapi juga memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.
“Untuk acara malam ini, PG Rendeng berkolaborasi bersama saya dalam menghidupkan kembali tradisi yang sudah lama vakum. Malam ini ada cara pengajian yang akan di hadir oleh KH kustur faiz dan diiringi oleh grub rebana asysyabab, dan besok pagi, tepatnya Minggu, 26 April,ada acara jalan sehat yang insyaallah akan dihadiri oleh Bapak Bupati Kudus,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan Tradisi Gantingi berlangsung cukup panjang, yakni mulai 18 April hingga 3 Mei. Selain pengajian, acara juga diramaikan dengan berbagai kegiatan sosial seperti donor darah. Edy menyebut, terakhir kali tradisi ini digelar pada tahun 1995 sebelum akhirnya kembali dihidupkan tahun ini.
“Acara ini diadakan dari 18 April sampai 3 Mei, dan juga mengadakan kegiatan sosial seperti donor darah. Terakhir kali tradisi ini dilaksanakan pada tahun 1995, dan alhamdulillah tahun ini kita bisa berkolaborasi dengan PG Rendeng untuk membangkitkannya kembali,” katanya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya stand yang turut berpartisipasi. Tercatat, sekitar 30 stand dari kelas sarnafil dan sekitar 40 stand dari sponsor ikut meramaikan kegiatan tersebut. UMKM juga dilibatkan sebagai bagian penting dalam mendukung geliat ekonomi kreatif.
“Untuk stand bervariasi, di kelas sarnafil ada kurang lebih 30-an, dan dari sponsor sekitar 40-an. Di dalamnya juga kami libatkan UMKM agar memeriahkan acara sekaligus mendorong UMKM Kudus bisa bangkit dan bersaing dalam ekonomi kreatif,” jelasnya.
Harga stand yang ditawarkan pun dinilai cukup terjangkau dengan fasilitas yang memadai.
“Harga stand bervariasi, ada yang di angka Rp1,5 juta, Rp2 juta, bahkan ada yang di bawah itu. Alhamdulillah, dengan harga tersebut sudah termasuk fasilitas listrik, lampu, dan lain-lain,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan PG Rendeng, Adi Nugroho, yang ditugasi sebagai koordinator acara UMKM, menyampaikan bahwa kegiatan tahun ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat meski dipersiapkan dalam waktu singkat.
“Kebetulan saya ditugasi sebagai koordinator acara UMKM. Alhamdulillah acara berlangsung meriah. Kurang lebih 30 tahun vakum, baru tahun ini kita adakan kembali. Sebenarnya ini acara yang mendadak dengan persiapan yang sangat singkat, namun hasilnya bisa luar biasa, terutama dari antusiasme warga,” ujarnya.
Ia berharap Tradisi Gantingi dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai penanda dimulainya musim giling tebu di PG Rendeng sekaligus memperkenalkan tradisi kepada generasi muda.
“Harapan saya, acara Gantingi bisa diadakan setiap tahun sebagai penanda bahwa pabrik akan memulai hajat, yaitu giling tebu. Di dalamnya ada rangkaian acara Gantingi dan prosesi tebu manten, sehingga generasi muda bisa mengetahui bahwa ada tradisi Gantingi di PG Rendeng,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Edy juga berharap Tradisi Gantingi dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Harapan saya, semoga acara ini bisa diadakan setiap tahun dan ke depannya akan lebih baik lagi serta bermanfaat untuk banyak orang,” ungkapnya.
Reporter: Zulfikar







