KlikFakta.com, KUDUS – Proyek pembangunan jembatan penghubung antara Desa Sidorekso-Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Jawa Tengah dipastikan susuai dengan target pengerjaan. Sejauh ini pembangunan jembatan itu sudah mencapai 87 persen.

Diketahui, jembatan mulai pengerjaan sejak tanggal 23 Juni dan akan berakhir pada tanggal 19 Oktober 2022 atau selama 150 hari kalender.

Jembatan itu dibangun dan dikerjakan CV Adi Wirastama dengan nilai kontrak Rp 6,3 Miliar. Dengan janjang jembatan baru itu yakni 45 meter dengan lebar 5,5 meter. Dari lebar itu akan terpotong satu meter sebagai trotoar. Masing-masing setengah meter pada bagian kanan dan kiri jembatan.

“Progres pembangunan sudah mencapai 87 persen pengerjaan. Target sesuai kontrak selesai. Memang dulu sempat kendala di awal saat masih hujan kala membangun pondasi,” kata Staf Pelaksana pembangunan dari CV Adi Wirastama Amin Reza.

Amin menyebut jembatan ini akan lebih lebar dari ukuran jembatan semula. Selain itu jembatan akan lebih kokoh dengan konstruksi baja.

Menurutnya Jembatan di Sidorekso memang mendesak untuk dibangun. Mengingat kontruksi jembatan yang lama yang kurang kuat dan terlalu sempit untuk simpangan kendaraan.

”Yang dulu lebarnya hanya tiga meter. Dengsn lantainya kayu, kalau dibuat simpangan juga sempit sekali dan susah,” paparnya.

Kepala Desa Sidorekso Mochamad Arifin mengatakan Jembatan Sidorekso-Blimbing Kidul merupakan akses penghubung antar desa, bahkan antar kabupaten. Sebab selain menghubungkan Desa Sidorekso dan Blimbing Kidul, juga menjadi akses alternatif orang Kudus menuju Jepara begitu pula sebaliknya.

Pihaknya memang sudah berkali-kali mengusulkan adanya perbaikan atau penggantian jembatan yang lama. Sebab kondisi jembatan lama memang memprihatinkan. Tak layak karena banyak titik yang lapuk. Serta banyak lubang.

“Kami sudah mengajukan ke PUPR, juga usul ke Bupati. Tiap musrembang kami usulkan. Tiap tahun malah,” imbuhnya.

Pengajuan terakhir yakni pada forum jagong bareng bupati Kudus HM Hartopo bersama para kades Se Kabupaten Kudus. Dan setelah itu barulah ada tindaklanjut.

“Ya harapannya ini dibangun sesuai aturan dan anggaran yang ada. Biar bagus dan tak mudah rusak. Sehingga bisa dinikmati sampai anak cucu,” katanya.

Kepala Desa Blimbing Kidul Poernomo menjelaskan pihak sudah tiga kali mengajukan pembangunan jembatan tersebut. Dan bersyukur bisa terealisasi tahun ini. Menurutnya dengan dibangunnya jembatan tersebut akan mempermudah akses transportasi dan ekonomi. (***)