KlikFakta.com, DEMAK – Seorang ibu berinisial S di Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak kedapatan mengurung kedua anak perempuannya, ASN (13) dan AS (8) selama dua tahun. Keduanya dikurung semenjak pandemi Covid-19 pada 2020 lalu.

Akibatnya, kedua anak S kini tidak lagi bersekolah.

Melansir dari detikJateng, kedua anak tersebut tidak mau berbicara pada orang lain. Tidak hanya itu, tatapan mata mereka kosong.

Kepala Desa Mlaten, Zumer Azhari beserta ketua RT setempat sudah berusaha membujuk S agar mau menyekolahkan anaknya kembali. Namun S yang mampu merespon pembicaraan dengan baik menolaknya.

Anak pertamanya (ASN) bahkan menangis ketika ditawari sekolah lagi.

Zumar mengatakan, keduanya mungkin tidak lagi masuk sekolah semenjak pembelajaran daring.

“Sekitar dua tahunan (tidak masuk sekolah). Kalau dulu kan belajar daring memang masih belajar, tapi pas ketika tatap muka sudah nggak masuk lagi,” kata dia, Kamis (15/9/2022).

“Kayaknya anaknya itu trauma nggak boleh keluar, kumpul ketemu teman-temannya. Jadi memang ibunya itu overprotective karena kasihan anaknya, mungkin seperti itu. Takut kena Covid-19. Sampai akhirnya disuruh di rumah terus sampai sekarang,” imbuhnya.