klikFakta.com, JEPARA – Ribuan kemasan minyak goreng merek Minyakita yang disalurkan dalam program bantuan pangan pemerintah di Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, dikembalikan oleh keluarga penerima manfaat (KPM). Pengembalian dilakukan setelah sejumlah warga mengeluhkan minyak goreng tersebut diduga berbau menyerupai solar dan berwarna keruh.
Hingga Kamis (2/7/2026), Pemerintah Desa Plajan mencatat sebanyak 1.769 kemasan Minyakita ukuran 2 liter telah dikembalikan warga. Sementara itu, di Desa Suwawal sekitar 1.500 kemasan juga dikembalikan dengan keluhan serupa.
Perangkat Desa Plajan, Sholikhin, menjelaskan bahwa bantuan pangan mulai disalurkan kepada masyarakat pada 19–20 Juni 2026. Setiap keluarga penerima manfaat menerima bantuan berupa 20 kilogram beras dan dua kemasan Minyakita ukuran 2 liter.
“Setelah dibagikan kepada masyarakat, kami menerima informasi bahwa minyak tersebut diduga tidak layak digunakan karena berbau seperti solar. Selanjutnya kami melakukan pendataan terhadap warga yang ingin mengembalikan minyak itu, kemudian melaporkannya kepada Camat dan TKSK,” ujar Sholikhin, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, pengembalian dilakukan secara sukarela. Pemerintah desa masih membuka kesempatan bagi warga yang ingin mengembalikan Minyakita tersebut hingga batas waktu yang ditentukan, sebelum seluruh kemasan diserahkan kepada Perum Bulog untuk proses penggantian.
“Informasinya sudah kami sampaikan kepada Bulog dan mereka menyatakan siap mengganti minyak goreng yang dikembalikan warga,” katanya.

Sholikhin menuturkan, keluhan yang paling banyak disampaikan masyarakat adalah aroma menyengat yang disebut menyerupai bau solar. Bahkan, beberapa warga mengaku sempat menggunakan minyak tersebut untuk memasak sebelum menyadari adanya dugaan masalah kualitas.
“Yang dikeluhkan warga adalah baunya seperti solar. Ada juga yang sudah digunakan untuk memasak sehingga aroma dan hasil masakannya menjadi tidak enak,” ungkapnya.
Di Desa Plajan sendiri tercatat terdapat sekitar 1.502 keluarga penerima manfaat (KPM). Namun, tidak seluruh penerima mengembalikan bantuan tersebut karena hanya sebagian warga yang mengaku menemukan bau menyengat pada minyak goreng yang diterima.
Pemerintah Desa Plajan mengimbau masyarakat agar sementara waktu tidak menggunakan Minyakita yang diduga bermasalah tersebut hingga proses penanganan dan penggantian dari pihak terkait selesai dilakukan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Perum Bulog maupun instansi terkait mengenai penyebab dugaan perubahan kualitas Minyakita tersebut. Pemerintah masih melakukan koordinasi untuk memastikan penyelesaian persoalan dan distribusi minyak pengganti kepada warga terdampak.
Reporter: Aris.S







