klikFakta.com, JEPARA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jepara menerjunkan sebanyak 47 mahasiswa penerima Beasiswa Mahasiswa Produktif (BMP) untuk melakukan monitoring dan pendampingan langsung kepada para mustahik (penerima zakat) produktif.
Sebelum diterjunkan ke lapangan, puluhan mahasiswa tersebut dikumpulkan di Kantor BAZNAS Jepara pada Kamis (2/7/2026) untuk mendapatkan pembekalan intensif.
Ketua BAZNAS Jepara, M. Nasrullah Huda, menjelaskan bahwa para penerima beasiswa ini sejak awal tidak hanya menerima bantuan biaya pendidikan, tetapi juga berkomitmen untuk berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial BAZNAS.
“Setiap bulan kami sudah menunaikan janji dengan menyalurkan bantuan beasiswa. Sebagai timbal baliknya, adik-adik diminta membantu tugas BAZNAS. Harus dipahami ini bukan soal ikhlas atau tidak kami dalam membantu, tetapi ini bentuk komitmen. Selain itu, tugas yang diberikan akan memberikan bekal ilmu dan pengalaman berharga yang tidak didapatkan di bangku kuliah,” ujar pria yang akrab disapa Gus Huda tersebut.
Gus Huda memaparkan, ada dua agenda yang menjadi tanggung jawab para mahasiswa penerima BMP. Pertama, melakukan asesmen terhadap calon mustahik baru. Kedua, menjalankan program terbaru berupa monitoring dan pendampingan kepada para mustahik yang telah menerima bantuan usaha produktif periode tahun 2021 hingga 2025.
Menurutnya, langkah pemantauan ini sangat krusial mengingat bantuan yang disalurkan bersifat produktif dan berkelanjutan, bukan bantuan habis pakai. BAZNAS perlu melihat langsung dinamika di lapangan untuk mengetahui apakah usaha para mustahik masih bertahan, berhenti, atau sudah mengalami perkembangan.
“Ini adalah tugas dan pekerjaan mulia, menjadi perantara ibadah zakat dari muzaki ke mustahik yang manfaatnya dirasakan langsung oleh penerima. Untuk itu, semuanya harus diniati ibadah,” tegas Gus Huda di hadapan empat wakil ketua BAZNAS yang turut hadir dalam pembekalan.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Jepara, Kusdiyanto, mengungkapkan bahwa aksi turun lapangan ini dijadwalkan mulai 5 hingga 10 Juli 2026.
Untuk efektivitas kerja, para mahasiswa telah diplot secara khusus berdasarkan kedekatan wilayah geografis. Mereka akan melakukan monitoring di desa masing-masing atau desa terdekat dari domisili mereka.
“Sudah kita plot masing-masing lokasi monitoringnya. Setiap mahasiswa nantinya akan bertanggung jawab memantau perkembangan 20 mustahik. Agar profesional, selain pembekalan materi, mereka juga dibekali dengan kartu identitas resmi, rompi, serta surat tugas. Sebelum bergerak, mereka diwajibkan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pemerintah desa setempat,” jelas Kusdiyanto.
Ia menambahkan, program monitoring ini membawa misi besar. Selain untuk memetakan kondisi riil ekonomi mustahik pasca menerima bantuan, para mahasiswa juga bertugas menyuntikkan motivasi agar para pelaku usaha tersebut konsisten mengembangkan usahanya.
“Tujuan akhirnya adalah mendorong dan mengeskalasi kemandirian ekonomi mereka. Kita berharap, para mustahik ini nantinya bisa mandiri secara finansial, hingga kelak bertransformasi menjadi muzaki, munfiq, atau mutashaddiq (pemberi sedekah),” pungkas Kusdiyanto.
Reporter: Aris.S







