Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Atasi Kemacetan di Jalur Kawasan Industri, Jepara Gagas Bus Karyawan, 6 Perusahaan Jadi Percontohan Daycare

KlikFakta.com, JEPARA — Persoalan ketersendatan arus lalulintas di jalur strategis kawasan industri menjadi perhatian serius Pemkab Jepara. Pengoperasian bus karyawan menjadi salah satu opsi yang dipilih untuk mengatasi persoalan tersebut.

Hal ini disampaikan Bupati Jepara Witiarso Utomo saat kegiatan Halal Bihalal dengan serikat buruh di Maribu Resto, Selasa (14/04/2026).

Menurut Witiarso, pihaknya berencana menyiapkan bus angkutan karyawan untuk mengurangi kemacetan.

Armada yang disiapkan akan mengutamakan kenyamanan dan kelengkapan fasilitas, dengan penentuan tarif serta titik penjemputan yang sedang dikaji.

“Kita sudah komunikasi dengan Damri. Dan mereka siap berapapun bus yang dibutuhkan. Ini kalau sudah jalan bisa mengurangi kemacetan di jalur-jalur kawasan industri di Jepara,” tandas Bupati.

Momentum halal bihalal ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang dialog antara pemerintah daerah dan para pekerja dalam memperkuat komitmen pembangunan berbasis kesejahteraan tenaga kerja.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan kesejahteraan pekerja menjadi bagian penting dalam arah pembangunan daerah. Salah satu langkah konkret yang tengah dipersiapkan adalah program penyelenggaraan daycare bagi anak-anak pekerja.

Terkait realisasi daycare, Pemkab Jepara telah menggandeng enam perusahaan besar yang telah siap sebagai pilot project, yakni PT SAMI-JF, PT Parkland World Indonesia, PT Hwaseung Indonesia, PT Formosa Bag Indonesia, PT Kanindo Makmur Jaya, dan PT Jiale Indonesia Textile.

“Program ini bukan sekadar tempat penitipan anak, tetapi bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan generasi penerus,” tegasnya.

“Pemkab Jepara berkomitmen memastikan kesejahteraan pekerja menjadi bagian dari arah pembangunan. Program daycare ini harus kita sukseskan bersama agar dapat mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini IPM Kabupaten Jepara masih tertinggal sekitar tiga poin dibandingkan Kabupaten Kudus. Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, diperlukan upaya bersama dalam meningkatkan berbagai indikator, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

“Kita ingin menciptakan lingkungan yang baik untuk anak-anak, sehingga kualitas hidup masyarakat meningkat dan IPM Jepara dapat terus naik,” tambahnya.

Berdasarkan data terbaru, IPM Jepara mengalami peningkatan dari 74,32 menjadi 74,90. Menurut Bupati, capaian ini tidak lepas dari kontribusi para buruh dan pekerja yang menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.

Sementara itu, perwakilan serikat buruh Jepara, Murdianto, mengapresiasi kegiatan Halal Bihalal yang digelar di restoran, yang dinilainya sebagai bentuk penghargaan terhadap buruh.

“Ini pertama kali halal bihalal dilaksanakan di restoran, dan ini luar biasa. Kami merasa dihargai,” ungkapnya.

Ia juga menyatakan dukungan terhadap program daycare dan transportasi karyawan. Namun demikian, pihaknya berharap adanya keseimbangan tenaga kerja, khususnya penambahan pekerja laki-laki, agar anak-anak tetap mendapatkan perhatian optimal dari ibu di rumah.

Selain itu, ia mengusulkan adanya jalur alternatif untuk armada penjemputan guna mengurai kemacetan, salah satunya melalui pengembangan jalur lingkar Mayong.

“Sepanjang bermanfaat untuk pekerja kita dukung progam Bupati Jepara,” tandasnya.

Dengan sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan pekerja, diharapkan berbagai program yang dirancang dapat berjalan optimal serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jepara secara berkelanjutan.(ADV)

Share: