Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Solikhan Menang Telak di Pilpet Sengonbugel, Ungguli Empat Pesaing dengan 1.519 Suara

Pilpet di Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, Selasa (3/11/2026). (Foto: KlikFakta/Ariez.S)

KlikFakta.com, JEPARA – Persaingan lima calon dalam Pemilihan Petinggi (Pilpet) Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, berakhir dengan kemenangan telak Solikhan. Calon nomor urut 1 tersebut berhasil mendominasi perolehan suara setelah mengungguli empat pesaingnya dalam pemungutan suara yang berlangsung di SMAN 1 Mayong, Selasa (3/11/2026).

Berdasarkan hasil penghitungan dan rekapitulasi suara dari tujuh tempat pemungutan suara (TPS), Solikhan mengantongi 1.519 suara. Raihan tersebut menempatkannya di posisi teratas dengan selisih cukup jauh, yakni 449 suara dari pesaing terdekatnya, Mulyono, yang memperoleh 1.070 suara.

Sementara itu, Bambang Sutrisno berada di posisi ketiga dengan perolehan 998 suara. Dua calon lainnya, Nor Kholis dan Teguh Santoso, masing-masing memperoleh 22 suara dan empat suara.

Pemungutan suara dimulai pukul 07.00 WIB hingga 13.00 WIB. Proses kemudian dilanjutkan dengan penghitungan dan rekapitulasi yang rampung sekitar pukul 16.30 WIB.

Dari keseluruhan proses tersebut, tercatat sebanyak 3.613 suara sah dan 85 suara tidak sah.

IMG 20261103 WA0005
Calon nomor urut 1, Solikhan berhasil mendominasi perolehan suara dan menang telak

Kemenangan Solikhan juga terlihat dari persebaran dukungan di tingkat TPS. Ia berhasil memperoleh suara terbanyak di enam TPS, yakni TPS 1, 2, 3, 4, 5, dan 6.

Adapun di TPS 7, Mulyono berhasil meraih suara terbanyak dengan perolehan 318 suara.

Hasil tersebut menunjukkan Solikhan unggul di hampir seluruh tempat pemungutan suara. Dengan demikian, persaingan lima kandidat dalam Pilpet Desa Sengonbugel menghasilkan selisih suara yang cukup signifikan di antara para calon.

Meski demikian, hasil penghitungan suara tersebut tetap menjadi bagian dari tahapan penyelenggaraan Pilpet sesuai mekanisme yang berlaku.

Kemenangan ini sekaligus mengakhiri kompetisi lima kandidat dalam kontestasi pemilihan kepala pemerintahan desa tersebut. Masyarakat diharapkan tetap menjaga persatuan dan kerukunan setelah seluruh tahapan pemungutan suara selesai.

Perbedaan pilihan politik dalam kontestasi desa hendaknya tidak menjadi alasan munculnya perpecahan di tengah masyarakat. Sebab, setelah kompetisi berakhir, kepentingan bersama untuk membangun Desa Sengonbugel tetap menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.(Ariez.S)

 

Editor: Saiful

Share: