klikFakta.com, REMBANG — Penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Rembang menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk kalangan pemuda. Persoalan tersebut dinilai tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga membutuhkan edukasi dan kesadaran masyarakat untuk mencegah penularan orang dengan HIV/AIDS (ODHIV).
Wakil Ketua Bidang Kesehatan DPD KNPI Rembang, Nazala Layinatus Sifa, menilai upaya pencegahan HIV/AIDS harus dilakukan secara bersama-sama melalui edukasi yang berkelanjutan.
“Sebagai pengurus KNPI, kami ingin pemuda bukan hanya menjadi sasaran edukasi, tetapi juga menjadi bagian dari solusi melalui edukasi dan kampanye kesehatan di masyarakat” ujar Nazala kepada klikFakta.com, Minggu (16/8/2026).
Lebih lanjut, kata Nazala, diperlukan upaya preventif sebagai langkah pencegahan penularan HIV/AIDS di kalangan pemuda.
“Upaya preventif yang bisa kami lakukan lebih kepada edukasi dan pencegahan di kalangan pemuda. Kami sudah menyepakati KNPI Rembang akan turun ke sekolah-sekolah dan kampus yang ada di Rembang untuk memberikan sosialisasi terkait pencegahan penularan HIV/AIDS”, sambungnya.
Nazala juga mengungkapkan solusi dalam pencegahan penularan HIV/AIDS di Kabupaten Rembang. Menurutnya, solusi HIV/AIDS di Rembang ada tiga: pertama, perkuat edukasi terutama kepada remaja dan pemuda; kedua, dorong deteksi dini dan pengobatan bagi yang terinfeksi; dan ketiga, hilangkan stigma terhadap ODHIV.
Sebagai bentuk kepedulian pemuda atas kemanusiaan, KNPI Rembang mendorong para pemuda agar berani melakukan tes HIV dan tidak memberikan stigma negatif terhadap ODHIV.
“Selain itu, kami juga mendorong pemuda untuk berani melakukan tes HIV dan tidak memberikan stigma negatif kepada ODHIV”, jelas Nazala.
“Jadi KNPI tidak mengambil peran tenaga medis, tetapi lebih sebagai penggerak dan penyambung edukasi di masyarakat”, pungkasnya.
Laporan : Saiful







