Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Pelatihan Digitalisasi dan Branding UMKM Dorong Pelaku Usaha di Kelurahan Kerjasan Naik Kelas

klikFakta.com, KUDUS — Dosen dan mahasiswa KKN 091 UIN Sunan Kudus berkolaborasi melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bersama KUBE Kelurahan Kerjasan melalui kegiatan Pelatihan Digitalisasi dan Branding UMKM dengan tema “Menuju UMKM Unggul, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan”, Minggu (23/8/2026) pukul 10.30 WIB.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 20 peserta yang merupakan pelaku UMKM dan anggota KUBE Kelurahan Kerjasan. Pelatihan bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai pentingnya digitalisasi, branding, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi produk secara lebih luas dan berkelanjutan.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN 091 UIN Sunan Kudus, Primi Rohimi, S.Sos., M.S.I., dalam pemaparannya menjelaskan bahwa pelaku UMKM tidak harus mengunggah konten setiap hari. Menurutnya, konsistensi dan adanya jadwal unggahan menjadi hal yang lebih penting dalam membangun pemasaran digital.

“Setidaknya seminggu tiga kali, Bu. Senin, Kamis, Sabtu. Jadi nggak harus tiap hari,” jelasnya kepada peserta.

Ia juga mendorong peserta untuk memanfaatkan perangkat yang telah dimiliki, termasuk telepon seluler dengan spesifikasi sederhana, untuk menghasilkan foto dan konten produk. Menurutnya, keterbatasan perangkat tidak seharusnya menjadi alasan untuk berhenti melakukan promosi digital.

Selain digitalisasi pemasaran, Primi menekankan pentingnya branding bagi keberlangsungan UMKM. Ia menjelaskan bahwa merek bukan sekadar logo, stiker, maupun spanduk, melainkan kesan yang diingat konsumen terhadap suatu usaha.

Dalam sesi praktik, peserta diarahkan untuk mengenali identitas dan keunggulan produk masing-masing melalui tiga pertanyaan utama, yakni “Kita ini siapa?”, “Apa bedanya kita?”, dan “Kenapa orang harus beli?”. Jawaban dari ketiga pertanyaan tersebut selanjutnya dapat dikembangkan menjadi identitas dan bio akun media sosial UMKM.

Primi juga menjelaskan pentingnya product knowledge bagi pelaku usaha. Menurutnya, pemilik UMKM harus memahami produk yang mereka tawarkan agar mampu menyampaikan keunggulan produk kepada calon konsumen.

IMG 20260824 WA0007

Sementara itu, Farida Yulisnina selaku Ketua KUBE Kelurahan Kerjasan menyampaikan bahwa di wilayah Kerjasan telah terdapat sejumlah UMKM yang bergerak dalam berbagai bidang, di antaranya Kudus Bakery, Butterfly, dan Omah Rajut. Keberadaan UMKM tersebut menjadi potensi yang perlu dikembangkan melalui penguatan identitas usaha dan pemasaran digital.

Pelatihan ini juga membahas pemanfaatan teknologi untuk membantu meningkatkan kualitas visual produk. Peserta diarahkan agar tetap menggunakan foto produk yang benar-benar ada dan memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab sebagai pendukung dalam penyempurnaan konten.

Selain itu, peserta dikenalkan dengan konsep ekoteologi yang menjadi bagian dari tema KKN UIN Sunan Kudus tahun 2026. Konsep tersebut diarahkan untuk dapat diterapkan dalam kemasan maupun narasi produk dengan mengaitkan aktivitas usaha, lingkungan, dan nilai-nilai spiritual keagamaan seperti rasa syukur, qanaah, dan kejujuran.

Sebagai penutup, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian tanaman menggunakan media tanam hidrogel yang ditanam dalam pot dari gelas plastik bekas minuman air mineral konsumsi acara sebagai bentuk praktik pemanfaatan kembali sampah plastik dan kepedulian terhadap lingkungan.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga melakukan praktik secara langsung, mulai dari pengenalan identitas usaha, pengembangan branding, pemotretan produk menggunakan telepon seluler, hingga persiapan pengelolaan akun media sosial. Peserta juga diarahkan untuk mengirimkan foto dan informasi produk sebagai bahan praktik dan pengembangan konten.

Kegiatan PKM ini diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM KUBE Kelurahan Kerjasan untuk semakin mandiri dalam mengelola pemasaran digital, memperkuat identitas merek, serta memperluas jangkauan promosi produk.

Dengan pemanfaatan media digital yang konsisten dan berkelanjutan, potensi UMKM lokal di Kelurahan Kerjasan diharapkan mampu dikenal lebih luas dan memiliki daya saing yang semakin kuat.

Editor: Saiful

Share: