Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Bukan Sekadar Lomba, Gebyar Literasi Kemerdekaan Ajak Anak-anak Dekat dengan Buku

klikFakta.com, JEPARA — Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di TBM Binar dan AHE Pulodarat, Jepara, berlangsung meriah. Sekitar 50 anak didampingi orang tua mengikuti Gebyar Literasi Kemerdekaan, Jumat (28/8/2026).

Kegiatan yang digelar TBM Binar dan AHE Pulodarat tersebut bukan sekadar menghadirkan perlombaan untuk memeriahkan kemerdekaan. Literasi menjadi bagian utama yang dirancang untuk mendekatkan anak-anak dengan buku dalam suasana yang menyenangkan.

Kegiatan diawali dengan dongeng yang dibawakan oleh Den Hasan, Relawan Literasi Masyarakat (Relima). Anak-anak tampak antusias mengikuti cerita yang disampaikan dengan gaya khas Den Hasan.

Setelah sesi dongeng, anak-anak mengikuti berbagai perlombaan sesuai kategori usia. Untuk kategori PAUD/TK, terdapat lomba mewarnai celengan kemerdekaan, estafet kardus, serta berjalan jepit balon. Sementara kategori SD mengikuti lomba jalan zig-zag di atas tali, estafet air, dan makan kerupuk pancing emosi.

Di tengah kemeriahan lomba, Motor Literasi (Moli) menjadi salah satu ruang yang menarik perhatian anak-anak. Mereka terlihat antusias mendatangi Moli dan memilih buku untuk dibaca.

Pemandangan anak-anak membaca buku di sela-sela perlombaan menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Anak-anak tidak hanya diajak bermain dan berkompetisi, tetapi juga mendapatkan pengalaman bahwa membaca buku dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan.

Founder TBM Binar Jepara sekaligus Owner AHE Pulodarat, Femi Noviyanti, mengatakan pihaknya sengaja mengkolaborasikan literasi dengan berbagai permainan dan perlombaan anak.

Menurut Femi, kolaborasi antara kegiatan literasi dan lomba dibuat agar anak-anak tidak merasa bahwa literasi merupakan sesuatu yang kaku atau membosankan.

“Kami sengaja mengkolaborasikan kegiatan literasi dengan lomba-lomba untuk anak. Jadi anak-anak bisa bermain, bergembira, sekaligus tetap mendapatkan pengalaman literasi. Harapannya, mereka semakin dekat dengan buku dan kegiatan membaca,” ujarnya.

Sementara itu, Den Hasan selaku Relawan Literasi Masyarakat menilai kehadiran buku di tengah kegiatan anak menjadi cara yang efektif untuk memperkenalkan literasi dalam suasana yang lebih dekat dan menyenangkan.

“Literasi anak tidak harus selalu dilakukan dengan cara yang formal. Ketika anak bisa bertemu buku, mendengarkan dongeng, bermain, dan membaca dalam suasana yang menyenangkan, di situlah kita sedang menumbuhkan kecintaan mereka terhadap literasi,” ujar Den Hasan.

Kehadiran Moli dalam kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa akses terhadap buku dapat dibawa lebih dekat kepada masyarakat. Anak-anak dapat memilih sendiri bacaan yang menarik perhatian mereka dan menikmatinya di tengah kegiatan.

Melalui Gebyar Literasi Kemerdekaan, TBM Binar dan AHE Pulodarat ingin menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang tumbuh bagi anak-anak. Bukan hanya merayakan kemerdekaan melalui permainan dan perlombaan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mereka untuk belajar, membaca, berimajinasi, dan berkarya.

Editor: Saiful

Share: