klikFakta.com, JEPARA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jepara menyerahkan bantuan usaha produktif kepada 32 penerima manfaat (mustahik) di halaman Kantor BAZNAS Kabupaten Jepara, Selasa (22/9/2026). Penyerahan bantuan ini dilakukan sebagai langkah nyata untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat miskin dan rentan.
Acara penyerahan ini dihadiri oleh Kapolres Jepara AKBP Hadi Kristanto, Kepala Kejaksaan Negeri Jepara Agung Bagus Kade Kusimantara, Kepala Disperindag Anjar Jambore Widodo, Kepala Disdukcapil Ferry Yudha Adhi Dharma, Kepala Disperkim Moh Eko Uddyono, Camat Jepara Arif Budiyanto, serta perwakilan perangkat daerah dan lurah setempat.
Ketua BAZNAS Kabupaten Jepara, M. Nasrullah Huda menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan disesuaikan dengan keterampilan serta potensi masing-masing penerima. Jenis bantuan yang diberikan beragam, mulai dari kontainer boks jualan, gerobak, cup sealer, mixer, etalase, modal usaha, mesin giling tebu, kambing hingga mesin jahit.
“Hari ini alhamdulillah kita menyerahkan bantuan usaha produktif kepada masyarakat Jepara. Kami memastikan para penerima ini masih berada dalam usia atau kondisi produktif. Harapannya, mereka yang saat ini berstatus mustahik (penerima zakat) kelak bisa mentransformasikan diri menjadi muzakki (pemberi zakat). Untuk mencapai itu, kami juga akan melakukan pendampingan,” ujar Gus Huda.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Huda merinci bahwa hingga saat ini BAZNAS Kabupaten Jepara telah menyalurkan dana umat ke berbagai sektor strategis. Diantaranya di bidang kemanusiaan mencapai Rp4,6 miliar. Jumlah ini menjadi porsi yang terbesar lantaran untuk membantu penanganan musibah dan tanggap darurat yang sifatnya mendadak.

“Sedangkan di bidang pendidikan, setidaknya sudah menyalurkan sekitar Rp1,4 miliar, diantaranya untuk program Kartu Sarjana untuk 301 mahasiswa sebesar Rp3 juta per tahun hingga semester 8, serta Beasiswa Mandiri Produktif (BMP) sebesar Rp600 ribu per bulan bagi mahasiswa UNISNU Jepara,” katanya.
Untuk bidang ekonomi, sudah terdistribusi sekitar Rp917 juta untuk pemberdayaan usaha masyarakat dan di Bidang Kesehatan sebesar Rp506 juta.
Dalam kesempatan ini, Gus Huda juga mengapresiasi para ASN di lingkungan Pemkab Jepara yang konsisten menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui BAZNAS Jepara. Menurutnya, zakat ASN masih menjadi penopang utama penghimpunan dana.
“BAZNAS ini dasarnya adalah jembatan atau perantara antara muzakki dan mustahik. Semua penyaluran ini merupakan ikhtiar bersama untuk mewujudkan Jepara yang MULUS sesuai dengan slogan Bupati Jepara,” tambahnya.
Bantuan yang diserahkan memberikan harapan baru bagi para penerima yang tengah menghadapi kesulitan ekonomi akibat musibah atau keterbatasan fisik. Salah satu penerima, Hasyim As’ari, warga Desa Pecangaan Kulon, tak kuasa menahan haru saat menerima bantuan berupa container box. Mantan sopir ini sudah tidak bekerja selama 7 bulan setelah salah satu kakinya harus diamputasi akibat kecelakaan.
“Kondisi saya belum memungkinkan untuk bekerja seperti dulu, dan istri hanya ibu rumah tangga. Dengan bantuan kontainer ini, kami berencana membuka usaha es teh dan seblak bersama istri. Semoga ini menjadi jalan rezeki baru bagi keluarga kami,” ungkap Hasyim.
Rasa syukur serupa disampaikan Umi Qori’ah, warga Desa Karanggondang, Kecamatan Mlonggo. Ia menerima bantuan gerobak jualan es untuk menopang ekonomi keluarga setelah suaminya tidak bisa bekerja optimal akibat menderita saraf kejepit. Selama ini, mereka menggantungkan hidup dari berjualan mainan dan es keliling ke sekolah-sekolah.
Sementara itu, Noor Aminah, ibu satu anak dari Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, menerima bantuan mesin jahit. Selama ini ia harus menjahit celana di rumah majikannya di daerah Kalinyamatan sambil membawa anaknya yang masih balita.
“Kalau harus bolak-balik ke rumah bos sambil bawa anak kecil, kasihan anaknya dan kadang bikin sakit. Dengan bantuan mesin jahit baru dari BAZNAS ini, saya bisa mengerjakan jahitan langsung dari rumah sambil menjaga anak,” kata Noor Aminah.(Aris.S)
Editor: Saiful







