klikFakta.com, JEPARA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jepara bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada Muhammad Bungkus (54), warga RT 05 RW 04 Desa Blimbingrejo, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara. Rumah joglo milik Bungkus hangus terbakar pada Rabu (8/7/2026) malam.
Penyerahan bantuan berupa uang tunai dan dua paket sembako tersebut dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Jepara, M. Nasrullah Huda, di lokasi kejadian pada Kamis (9/7/2026).
Peristiwa kebakaran yang melanda rumah adat joglo Jawa tersebut terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Muhammad Bungkus menceritakan bahwa titik api pertama kali diketahui oleh anak sulungnya, Rizki Fernando, yang saat itu sedang berada di dalam kamar. Sementara Bungkus dan istrinya berada di ruang depan.
Rizki mendadak mendengar suara gemeretak mencurigakan dari arah dapur. Saat diperiksa, api rupanya sudah membesar dan membakar bagian dapur yang penuh dengan tumpukan kayu bakar.
“Biasanya jam delapan malam sudah selesai memasak. Lontong memang dibiarkan di atas tungku, tetapi sudah tidak diberi kayu bakar lagi dan baru diangkat sekitar jam satu dini hari. Namun kemarin takdir berkata lain,” ujar Bungkus dengan nada lirih.
Rumah joglo yang terbakar ini dihuni oleh dua kepala keluarga dengan 5 orang didalamnya yakni keluarga Bungkus dan keluarga kakaknya. Rumah ini terbagi menjadi tiga bagian, joglo depan untuk ruang tamu, joglo belakang untuk kamar-kamar, dan ruangan samping kanan sebagai dapur. Akibat kejadian ini, bangunan joglo bagian belakang dan dapur luluh lantak diamuk si jago merah.

Selain kehilangan tempat tinggal, musibah ini menguras harta benda berharga milik korban. Bungkus membeberkan bahwa sebuah laptop milik anaknya serta uang tunai sebesar Rp56 juta yang disimpan di dalam lemari tidak sempat diselamatkan dan ikut hangus terbakar.
“Uang itu sedianya mau digunakan untuk biaya garap sawah, tetapi semuanya ikut terbakar,” tambahnya.
Bungkus sendiri merupakan seorang petani sekaligus pembuat lontong legendaris di desanya. Profesi membuat lontong ini merupakan warisan turun-temurun dari ibunya yang sudah ia lakoni sejak kecil selama puluhan tahun. Setiap hari, ia dan istrinya memproduksi lontong untuk dijual ke Pasar Bitingan, Kudus.
“Tiap jam tiga dini hari saya sudah berangkat jualan ke pasar. Kalau lagi ramai, sekitar 10 kilogram lontong bisa habis. Sekarang saingannya sudah banyak, beda dengan dulu,” kenang Bungkus mengenai mata pencariannya.
Melihat kondisi rumah yang memprihatinkan, Ketua BAZNAS Jepara, M. Nasrullah Huda menyampaikan rasa prihatin yang mendalam. Ia meminta agar Muhammad Bungkus beserta seluruh anggota keluarga tetap tabah, sabar, dan tegar dalam menghadapi cobaan berat ini.
Gus Huda menegaskan bahwa kedatangan BAZNAS hari ini bukan sekadar mengantar bantuan fisik, melainkan sebagai bentuk hadirnya kepedulian masyarakat Jepara untuk menguatkan mental korban.
“Kami atas nama keluarga besar BAZNAS dan seluruh masyarakat Jepara menyampaikan duka yang sangat mendalam atas musibah yang menimpa Pak Bungkus. Kehadiran kami di sini merupakan bentuk komitmen bahwa BAZNAS akan selalu hadir di tengah-tengah masyarakat yang sedang tertimpa kesulitan. Bantuan awal ini adalah stimulan pemantik semangat agar keluarga tidak merasa sendirian menghadapi masa-masa sulit ini,” ujar Gus Huda di lokasi puing kebakaran.
Reporter: Aris.S







