Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Kontes Sapi Wonosobo Tak Sekadar Lomba, Gubernur Jateng Dorong Pengembangan Sapi Perah

Gubernur Jawa Tengah saat hadir dalam acara Kontes Sapi APPSI yang digelar di Kabupaten Wonosobo (Foto: humas.jatengprov.go.id)

KlikFakta.com, WONOSOBO – Kontes Sapi Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) yang digelar di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah pada Sabtu, 25 April 2026, tak sekadar menjadi ajang adu kualitas ternak, tetapi juga dinilai sebagai pemicu lahirnya inovasi di sektor peternakan.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut mampu mendorong para peternak untuk menghasilkan sapi unggul dan berdaya saing tinggi.

Menurutnya, kontes sapi yang selama ini didominasi kategori sapi potong perlu diperluas. Ia mendorong agar ke depan juga digelar kontes sapi perah guna meningkatkan produktivitas susu di Jawa Tengah.

“Kami mohon kepada Wakil Menteri Pertanian, Ketua MPR RI, dan teman-teman APPSI, jangan hanya kontes daging (sapi potong), melainkan kontes sapi susu (sapi perah) juga perlu diselenggarakan,” ucap Luthfi dikutip dari humasjatengprov.go.id pada Selasa (28/04).

Gagasan tersebut bukan tanpa alasan, Luthfi menyampaikan bahwa populasi sapi di Jateng mencapai 1,38 juta ekor, terdiri dari sapi potong 1,29 juta ekor dan sapi perah 85,8 ribu ekor. Tercatat, sebanyak 1,29 juta sapi potong mampu menghasilkan daging hampir 1 juta ton/tahun.

“Produksi daging Jawa Tengah itu sudah mendekati 980.000 ton, cukup untuk kebutuhan nasional. Di Jawa Tengah yang tidak cukup adalah susu, contoh di daerah Batang itu ada perusahaan susu yang butuh 80.000 liter per hari, dan itu pasokannya masih kurang,” ucapnya.

Padahal, produksi daging di Jawa Tengah telah mendekati kebutuhan nasional. Berbeda dengan sektor susu yang masih mengalami kekurangan pasokan, bahkan untuk kebutuhan industri harian yang mencapai puluhan ribu liter. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah untuk mendorong penguatan sektor sapi perah.

Dibawah kepemimpinannya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggencarkan berbagai program penguatan peternakan, mulai dari penyediaan bibit unggul, pakan berkualitas, hingga layanan kesehatan hewan keliling Healing.

Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan produktivitas ternak sekaligus mendukung target swasembada pangan, yang menjadi prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jateng tahun 2026.

Dengan demikian, ajang ini diharapkan tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga mempercepat transformasi sektor peternakan menuju arah yang lebih modern dan inovatif.

Laporan: Saiful

Share: