Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Apresiasi Seni Jadi Langkah Bangkitkan Kesenian di Kota Ukir

Para pegiat seni sedang perform di acara apresiasi seni. [klikFakta.com/089] 

klikFakta.com, JEPARA – Penyelenggaraan Apresiasi Seni salah satu upaya yang dilakukan para pelaku seni, budayawan, dan penggiat seni yang tergabung dalam SAMUPA (Sastra, Musik & Seni Rupa) demi sebuah tekat untuk memperkuat semangat dalam membangkitkan kembali seni budaya  dan kearifan lokal Jepara, sebagai penguat keberlangsungan  pembangunan, Jumat (14/01/2017). Apresiasi seni itu sendiri merupakan suatu penilaian terhadap suatu karya seni, baik mengenali, menilai, dan menghargai bobot-bobot seni atau nilai-nlai seni yang terkandung dalam karya seni tersebut.

Ketua Penitia SAMUPA, Pipid Bagus Saputro(22), mengungkapkan bahwa dengan menghidupkan budaya lokal akan memperkokoh identitas diri sekaligus sebagai sikap kepedulian sejarah pada seni budaya lokal yang patut diberikan apresiasi.  “Melalui apresiasi seni ini mari kita memperkuat rasa cinta kepada budaya lokal sekaligus sebagai alat perekat rasa persaudaraan dan kebersamaan khususnya di kabupaten Jepara,” ujar Pipid saat kami temui di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Desa Bandengan.

Acara apresiasi seni ini kali kedua digelar oleh SAMUPA, setelah sukses menyelenggarakan acara perdananya pada bulan juni tahun lalu. Selama tiga hari acara apresiasi seni ini diselenggarakan mulai pukul 16.00 sampai selesai.

Keseriusan panitia penyelengara dalam upaya membangkitkan kesenian khususnya di Jepara terlihat dari 12 kegiatan yang dikemas didalamnya. Hari pertama kegiatan apresiasi seni menyuguhkan pameran seni rupa dengan tema “Lorong Waktu”, sketsa bersama, peformance art and tatto, dan diskusi seni rupa. Dilanjutkan hari kedua dengan mempersembahkan Launching Artzine berjudul “Galau-galau Seni”, pentas teater, pembacaan puisi, dan diskusi sastra. Di puncak acara hari ketiga samupa apresiasi seni menampilkan pra launching album musik “Bela Nada”, secret launching, peformance band dan ditutup dengan diskusi musik.

Lebih lanjut Pipid menjelaskan bahwa, tujuan diselenggarakan acara ini adalah supaya menjadikan masyarakat tahu apa, bagaimana, dan apa maksud dan tujuan dari karya seni itu. “kami mengajak supaya semua masyarakat Jepara untuk menyadari, bahwa seni dan budaya tidak bisa di pisahkan yang memiliki arti strategis sebagai bagian dari pembangunan pada sebuah daerah,” ungkap mahasiswa tingkat akhir fakultas seni rupa ISI Jogjakarta itu. [klikFakta.com/089]

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *