KlikFakta.com, KUDUS – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris memberikan apresiasi sekaligus ucapan terimakasih atas kehadiran seluruh peserta Bimbingan Teknis Penyusunan Peta Rawan Konflik yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) di Pendapa, Senin (26/10/2026).
Bupati menyebut pemetaan kerawanan konflik sosial dimaksud untuk menyatukan seluruh elemen masyarakat sehingga dapat mendeteksi dini, mengantisipasi dini, dan melakukan penanganan dini terhadap potensi timbulnya suatu konflik dimasyarakat.
“Semoga panjenengan semua semakin memahami kondisi di Kabupaten Kudus serta ikut menjaga kondusifitas wilayah,” ucapnya.
Selain itu, Bupati juga berpesan ditengah pesatnya perkembangan IT saat ini, masyarakat diminta lebih bijak menggunakan seluruh platform media sosial untuk memfilter informasi yang diterima agar tidak mudah termakan oleh berita-berita hoax yang dapat memicu perpecahan di masyarakat.
“Masyarakat sekarang ini cenderung curhat lebih enak lewat medsos, sehingga tanpa difilter langsung menjadi konsumsi publik. Untuk itu, mari lebih bijak dalam bermedia sosial agar tidak termakan berita hoax,” pintanya.
Bupati berharap seluruh peserta yang hadir dapat menghargai perbedaan yang ada di Kabupaten Kudus sebagai bentuk toleransi sesuai filosofi yang diajarkan oleh Kanjeng Sunan Kudus maupun Sunan Muria.
“Mari kita hargai perbedaan yang ada sebagai bentuk toleransi demi persatuan, baik perbedaan keyakinan, kebudayaan, maupun kepribadian,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Andreas Wahyu Adi Setiawan menjelaskan kegiatan bimbingan teknis ini dilaksanakan dengan tujuan sebagai upaya pemetaan kemungkinan potensi konflik yang terjadi di Kabupaten Kudus.
“Kegiatan ini perlu dilakukan mengingat kompleksnya permasalahan yang terjadi di Kudus. Juga sebagai upaya deteksi dini, pencegahan dini, serta penanganan dini potensi konflik,” jelasnya.
Dengan terselenggaranya acara ini, pihaknya juga dapat menyajikan sebuah data yang up to date sesuai dengan kondisi wilayah saat ini.
“Dengan demikian kami dapat menyediakan basis data yang tekstual dan komperhensif mengenai gambaran wilayah yang memiliki potensi konflik sosial di wilayah Kabupaten Kudus,” jelasnya.
Editor: Saiful







