klikFakta.com, BOYOLALI – Mulai tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali mulai menyalurkan bantuan seragam dan Lembar Kerja Siswa (LKS) gratis bagi siswa baru jenjang SD dan SMP tahun ajaran 2026/2027.
Penyerahan dilakukan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Boyolali dan Kecamatan Mojosongo, Jawa Tengah. Bantuan diberikan kepada siswa baru kelas 1 SD dan kelas 7 SMP, baik sekolah negeri maupun swasta.
Wakil Bupati Boyolali Fajar Nirwana mengatakan, penyerahan tahap pertama dilakukan di dua kecamatan tersebut. Distribusi bantuan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap ke seluruh wilayah Kabupaten Boyolali.
“Untuk tahap pertama ada dua kecamatan, yaitu Kecamatan Mojosongo dan Kecamatan Boyolali. Yang lainnya nanti ada tahap berikutnya dan segera diserahkan. Insyaallah bulan September sudah selesai terdistribusikan di seluruh Kabupaten Boyolali,” kata Fajar Nirwana kepada wartawan, Jumat (28/8/2026).
Ia mengatakan, untuk jenjang SD, siswa kelas 1 mendapatkan satu paket seragam jadi yang terdiri dari tiga jenis, yakni seragam nasional/OSIS, seragam Pramuka, dan seragam batik ikon Boyolali.
“Seragam nasional terdiri atas atasan putih dan bawahan merah. Seragam Pramuka berupa atasan dan bawahan, sedangkan seragam batik ikon Boyolali berupa atasan batik dan bawahan hitam,” ujar Fajar.
Selain seragam, lanjut dia, siswa kelas 1 SD juga mendapatkan delapan buku LKS yang mencakup LKS Calistung Plus, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, Pendidikan Agama, serta Bahasa Jawa untuk semester 1 dan 2.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali Lasno mengatakan, bantuan seragam dan LKS SD tersebut diberikan kepada 10.060 siswa baru kelas 1 SD negeri maupun swasta.
“Untuk siswa kelas 1 SD mendapatkan seragam gratis berupa pakaian jadi yang terdiri dari tiga jenis seragam, serta LKS gratis sebanyak delapan buku,” ujar Lasno.
Dikatakannya, pengadaan seragam dan LKS untuk jenjang SD menyerap anggaran sekitar Rp 5 miliar. Nilai bantuan yang diterima setiap siswa mencapai Rp502.000, terdiri dari Rp463.000 untuk seragam dan Rp39.000 untuk LKS.
“Di Kabupaten Boyolali terdapat 561 SD, terdiri atas 518 SD negeri dan 43 SD swasta,” ujarnya.
Penyerahan tahap awal jenjang SD dilakukan di tiga sekolah di dua kecamatan. Di Kecamatan Boyolali, bantuan diserahkan kepada 56 siswa kelas 1 SD Negeri 1 Siswodipuran.
“Sementara di Kecamatan Mojosongo, penyerahan dilakukan di SD Negeri 1 Kemiri kepada 52 siswa dan SD Negeri 2 Kragilan kepada 12 siswa,” jelas Lasno.
Lanjut dia, di Kecamatan Boyolali terdapat 37 SD, terdiri dari 30 SD negeri dan tujuh SD swasta, dengan jumlah siswa kelas 1 sebanyak 958 anak. Sedangkan di Kecamatan Mojosongo terdapat 34 SD, terdiri dari 31 SD negeri dan tiga SD swasta, dengan jumlah siswa kelas 1 sebanyak 689 anak.
“Untuk jenjang SMP, siswa baru kelas 7 juga mendapatkan bantuan seragam dan LKS gratis. Bantuan seragam diberikan dalam bentuk kain yang nantinya menjadi tiga stel seragam, yakni seragam nasional/OSIS, Pramuka, dan batik ikon Boyolali,” katanya.
Lasno menjelaskan, sementara LKS untuk siswa kelas 7 SMP terdiri dari 11 buku mata pelajaran, yakni Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan, Bahasa Inggris, Informatika, Seni, serta Bahasa Jawa.
“Pengadaan seragam dan LKS SMP menyerap anggaran sekitar Rp 5,7 miliar. Nilai bantuan per siswa mencapai Rp541.600, terdiri dari Rp422.500 untuk kain seragam dan Rp119.100 untuk LKS,” ungkapnya.
Ia mengatakan, jumlah SMP di Kabupaten Boyolali mencapai 99 sekolah, terdiri dari 52 SMP negeri dan 47 SMP swasta. Penyerahan bantuan LKS dan seragam SMP dilakukan di dua kecamatan dan tiga sekolah. Di Kecamatan Boyolali, bantuan diserahkan di SMP Negeri 2 Boyolali untuk 224 siswa kelas 7.
“Di Kecamatan Boyolali terdapat 10 SMP, terdiri dari enam SMP negeri dan empat SMP swasta, dengan jumlah siswa kelas 7 sebanyak 1.465 anak,” terangnya.
Sementara di Kecamatan Mojosongo, kata dia, bantuan diserahkan di SMP Negeri 2 Mojosongo untuk 216 siswa dan SMP Negeri 3 Mojosongo untuk 210 siswa. Di Kecamatan Mojosongo terdapat tujuh SMP, terdiri dari empat SMP negeri dan tiga SMP swasta, dengan jumlah siswa kelas 7 sebanyak 754 anak.
“Pemkab Boyolali mengimbau orang tua atau wali murid siswa baru kelas 1 SD dan kelas 7 SMP agar tidak membeli seragam terlebih dahulu,” ujarnya.
Lasno menambahkan, selama bantuan seragam belum diterima, siswa kelas 1 SD diperbolehkan mengenakan seragam TK sesuai jadwal penggunaannya. Jika seragam TK sudah tidak memungkinkan dipakai, siswa dapat mengenakan pakaian bebas yang sopan.
“Hal serupa berlaku bagi siswa kelas 7 SMP. Selama seragam SMP belum diterima, siswa dapat mengenakan seragam SD sesuai jadwal penggunaan. Jika sudah tidak memungkinkan, siswa diperbolehkan memakai pakaian bebas dan sopan,” tambahannya.
Pembagian LKS dan seragam sekolah gratis tersebut juga diikuti oleh Komisi IV DPRD kabupaten Boyolali. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Boyolali, Fuadi mengatakan, penyaluran LKS dan seragam sekolah gratis untuk SD dan SMP negeri dan swasta ini sebelumnya sudah audiensi ke DPRD.
“Penyaluran seragam sekolah gratis untuk SD dan SMP ini sebelumnya sudah ada audensi. Dan saat ini mulai kita salurkan,” pungkasnya.
Pemkab Boyolali menargetkan seluruh bantuan seragam dan LKS gratis tersebut dapat terdistribusi ke seluruh sekolah di Kabupaten Boyolali pada September 2026. Masyarakat di minta untuk sabar dan menunggu penyaluran berikutnya.(Jl)
Editor: Saiful







