Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Kabupaten Kudus Torehkan Dua Prestasi di Hari Jadi Ke-81 Jateng

klikFakta.com, BOYOLALI – Semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi pesan utama dalam Peringatan Hari Jadi Ke-81 Provinsi Jawa Tengah yang dipusatkan di Alun-Alun Boyolali, Rabu (19/8/2026). Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengikuti upacara yang mengusung tema “Gumregut Nyawiji”, sebagai semangat kolaborasi dalam membangun Jawa Tengah.

Dalam momentum tersebut, Kabupaten Kudus turut menorehkan prestasi melalui Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati, yang meraih Peringkat I Desa Mandiri Sampah Kategori Utama tingkat Jawa Tengah Tahun 2026. Kudus juga meraih Apresiasi Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Tahun 2026 dan masuk TOP 10 IDSD Jawa Tengah. Capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat inovasi, tata kelola, ekonomi, infrastruktur, serta daya saing daerah.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengapresiasi atas capaian tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Kudus sekaligus penyemangat untuk terus berbenah. Semangat Gumregut Nyawiji mengingatkan kita bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pihak harus bergerak bersama agar setiap program benar-benar memberikan manfaat,” ujar Bupati Sam’ani.

Menurutnya, capaian Desa Jatikulon menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat dapat memberikan hasil nyata. Sementara capaian IDSD menjadi dorongan bagi Pemkab Kudus untuk terus menghadirkan inovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan serta daya saing daerah.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, di tengah perlambatan ekonomi global, tekanan geopolitik, dan ketidakpastian perdagangan internasional, Jawa Tengah tetap menunjukkan daya tahan ekonomi yang kuat. Pada semester I-2026, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat 5,80 persen secara kumulatif, berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kita punya semangat collaborative government, karena kita tidak bisa sendiri-sendiri. Gubernur bukan superman, melainkan harus membuat super team dalam rangka melakukan pembangunan di wilayah kita,” tegas Gubernur Ahmad Luthfi.

Gubernur menambahkan, kolaborasi harus melibatkan pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, media, dan seluruh masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan tema “Gumregut Nyawiji” yang mengandung makna kolaborasi dan gotong royong.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen akselerasi sertifikasi halal bersama 35 kabupaten/kota dan OPD se-Jawa Tengah. Pemkab Kudus turut menyelaraskan langkah percepatan sertifikasi halal, khususnya bagi pelaku UMKM, sebagai bagian dari penguatan ekosistem halal sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.

Share: