Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Aksi Unik Sambut Hari Kartini, Pedagang Bakso di Jepara Gratiskan Bakso bagi Kelahiran 21 April

Pedangan bakso Jegluk di Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara melakukan aksi unik untuk menyambut hari lahir Raden Ajeng Kartini.

KlikFakta.com, JEPARA –¬†Pedagang bakso Jegluk di Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara melakukan aksi unik untuk menyambut hari lahir Raden Ajeng Kartini.

Bertepatan dengan Hari Kartini, pedagang satu ini menggratiskan baksonya bagi siapapun yang lahir pada 21 April 2024.

Pemilik bakso Jegluk, Subakir mengaku aksi unik ini sebagai rasa syukur karena dia sendiri lahir di hari Kartini.

“Kebetulan yang punya kelahiran 21 April berketepatan kebetulan hari Kartini Jepara. Sebagai langkah syukurkan,” kata Subakir, Sabtu (20/4/2024).

Bagi-bagi bakso gratis ini, lanjutnya, sudah berlangsung sejak 8 tahun lalu.

Hanya saja saat pandemi Covid-19 lalu, bagi-bagi bakso sempat terhenti karena pendapatannya yang turun.

“Sudah diadakan 8 tahun yang lalu, namun saat corona sempat berhenti dan tahun ini dilaksanakan lagi,” ujarnya.

Dia bahkan menyediakan puluhan porsi bakso gratis untuk masyarakat yang lahir pada 21 April.

“Sekitar 50-100 porsi bakso, dimulai jam 10.00 – 04.00 WIB,” ucapnya.

Bakso Jegluk menyediakan berbagai macam varian, mulai dari bakso bambu, bakso beranak, bakso janda marah, dan bakso balungan.

Harganya pun termasuk ramah di kantong. Bakso biasa hanya dihargai Rp 10 ribu saja per porsi. Untuk bakso beranak maupum bakso bambu hingga janda marah dihargai Rp 25 ribu

“Bakso kami berinovasi pingin jualan bakso yang bukan pasaran, belum ada,” jelasnya.

Subakir berujar bakso yang dijualnya punya perpaduan rasa khas Sleman Yogyakarta dengan paduan cita rasa Jepara. Dia mulai berjualan sejak 2016 dan terus berlanjut hingga sekarang.

Nama Bakso Jegluk itu sendiri dia ambil dari makna jedot yang artinya terbentur.

“Jengluk kata dari Jogja itu kejedot, kalau kami bikin apa saja kalau belum kejedot itu belum pas puas. Mengambil resep dari sana, tidak seperti Solo dan Malang punya ciri khas Jepara,” tutupnya.

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *