Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Dedikasikan Penghormatan Sastrawan Dalam Bentuk Mural

Bentuk penghormatan kepada seniman yang tutup usia dengan menggambar mural di tembok barat Jalan Raya Kudus-Colo, Desa Cendono Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

KlikFakta.com, KUDUS – Dedikasi untuk sastrawan Kudus yang tutup usia beberapa waktu lalu, Sejumlah seniman street art di Kota Kretek menggambar mural bertemakan “Aku Adalah Puisi” di tembok barat Jalan Raya Kudus-Colo, Desa Cendono Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

Penggagas kegiatan, Habib Senzu mengatakan bahwa mural ini memang ditujukan untuk mengenang sekaligus sebagai penghormatan kepada sastrawan, Rhya Husaini dan telah mendapat izin dari pemilik lahan untuk menggunakan temboknya sebagai bentuk ekspresi kesenian.

“Rhy merupakan seniman, penyair dan budayawan Kudus yang aktif di Kudus. Kami telah memiliki izin jadi grafitty ini sah dan tidak melanggar aturan,” ujarnya saat ditemui, Selasa 10 Oktober 2023.

Bagi Habib dan teman-teman street art Kudus, kegiatan ini menjadi salah satu cara agar karya Rhy tetap hidup dan bersinar.

“Dia sering membagikan inspirasinya, untuk terus berkarya, tumbuh dan bersinar. Salah satu puisinya juga kami abadikan di tembok ini,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Habib menyebut ‘Mural tribute to Rhy’, digambar bersama enam seniman mural, di antaranya dengan name stage Habib Seinzu, Ichiko, Soxlamnicleboy, Ceone, Libehaho dan Dose.

“Mural ini kami dedikasikan untuk kawan kami, sebuah persembahan dengan karya yang kami bisa,” paparnya.

Ia menjelaskan, ada beberapa teknik yang digunakan dalam menggambar mural “Aku Adalah Puisi” tersebut. Mulai dari semprot, cat hingga teknik stensil. Menurutnya hal itu tergantung dari kreativitas para seniman.

“Dari bentuknya juga berbeda-beda. Saya sendiri menggambar karakter Rhy dengan sensil, kalau teman saya ada yang semprot dan kuas cat,” katanya. (JIM/GIAN).

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *