Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Potensi Kekeringan Intai Jawa Tengah, BPBD Mulai Siapkan Antisipasi

Ilustrasi kekeringan (Foto: ReJogja)

KlikFakta.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah akan mempersiapkan BPBD kabupaten/kota untuk menghadapi kemarau dan potensi kekeringan.

Salah satunya, mereka menekankan BPBD Kabupaten/kota untuk berkonsolidasi dengan berbagai sektor swasta untuk ikut menangani kemungkinan bencana akibat kemarau.

Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas C Penanggungan mengungkapkan saat ini di Jawa Tengah belum memasuki puncak musim kemarau. Tetapi pihaknya tetap melakukan beberapa langkah antisipasi.

Pihaknya memberi imbauan kepada setiap kabupaten/kota melalui BPBD masing-masing wilayah.

Imbauan pertama, mempersiapkan sarana dan prasarana (sarpras), termasuk peralatan dan infrasrtuktur pendukung. Seperti halnya menentukan titik sumber air untuk kebutuhan masyarakat untuk mengantisipasi potensi kekeringan.

“Dukungan air bersih dari BPBD Provinsi kepada BPBD daerah untuk cadangan kabutuhan saat musim kemarau juga sudah disiapkan,” katanya, Selasa (6/6) melansir dari ReJogja.

Kemudian, memetakan pihak mana saja yang berpotensi untuk terlibat dalam rangka penanganan kedaruratan bencana hidrometeorologi kering.

Misalnya melibatkan program CSR dari pihak swasta.

Keterlibatan itu termasuk memetakan area mana saja yang berpotensi terdampak bencana kekeringan dan menentukan siapa yang berperan menangananinya.

“Jadi semacam pemetaan, agar pada saat dibutuhkan penanganannya akan efektif,” katanya.

Untuk sektor pertanian, kata Bergas, BPBD juga berkoordinasi dengan dinas pertanian dan mengimbau langkah antisipasi dengan tanaman yang lebih tahan pada cuaca kering.

Imbauan ini sudah berlangsung sejak Mei melalui surat edaran bertanda tangan Sekda Jateng atas nama Gubernur Jateng.

“Semua bupati/wali kota di Jawa Tengah sudah menerima surat tersebut berkaitan dengan koordinasi dengan multi pihak dalam rangka mengantisipasi dampak bencana hidrometeologi kering di Jawa Tengah,” katanya.

sumber: ReJogja

Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *