Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Jepara Kejar Target Stunting 21,64 Persen di 2022, Rakor TPPS Digelar

KlikFakta.com, Jepara – Pemerintah Kabupaten Jepara menggelar rapat koordinasi dalam mengatasi permasalahan tengkes (stunting), atau kondisi gagal tumbuh akibat kurang gizi. Berbagai unsur lintas sektor yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dilibatkan. Forum ini bertempat di ruang Sosrokartono Setda, Rabu (8/6/2022).

Rapat tersebut untuk mengevaluasi usaha pencegahan sekaligus mengakselerasi upaya penyelesaian tengkes. Penjabat Bupati Jepara yang diwakili Sekda Edy Sujatmiko memimpin jalannya kegiatan itu. Selain memberikan arahan, dia pun mendengarkan pemaparan materi dari masing-masing koordinator bidang tim.

Berdasarkan aplikasi Elektornik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), Sekda mencatat, kondisi tengkes di Jepara tahun 2021 berada pada angka 12,9 persen. 

Hasil penghitungan ini bahkan sudah mampu melewati target 14,65 persen di tahun 2024. “Belum sampai tahun 2024, kita sudah 12,9 persen ini luar biasa,” ujarnya.

Dikatakan dia, data prevalensi tengkes tersebut bersumber dari layanan posyandu yang dilakukan oleh kader di tingkat desa. Sasarannya seluruh balita dan dilaksanakan setiap Februari dan Agustus.

Meski begitu berdasarkan riset kesehatan dasar dan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), Edy mengungkapan bahwa Jepara mendapatkan rapor merah. Observasi yang dilaksanakan oleh pusat kepada 300 sampel keluarga, menghasilkan angka prevalensi tengkes di Bumi Kartini sebesar 25 persen. “Ketika rakor di Blora, stunting kita itu merah karena melebihi nasional,” terang Sekda.

Menurutnya perbedaan sumber data ini menjadi persoalan krusial, sebab penting dalam proses pengambilan kebijakan. Kendati demikian, Pemkab Jepara lebih memilih meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi. 

Karenanya langkah percepatan penuntasan tengkes terus didorong dengan memantapkan integrasi program lintas sektor. “Jangan sampai dengan 12,9 persen ini ternyata di lapangan malah melebihi 25 persen,” tandasnya.

Adapun target prevalensi angka tengkes di Jepara tahun 2022 ditetapkan sebesar 21,64 persen. Kemudian tahun berikutnya 17,89 persen, lalu 14,64 persen pada 2024.

Sesi pemaparan TPPS dalam rakor tersebut, diawali oleh Plt. Kepala Dinkes dr. Eko Cahyo Puspeno selaku koordinator Bidang Pelayanan Intervensi Spesifik dan Sensitif. Dia membawakan materi terkait rencana kerja intervensi spesifik dalam percepatan penurunan stunting. 

Lalu Bidang Perubahan Perilaku dan Pendampingan Keluarga yang dikoordinatori oleh Plt. Kepala DP3AP2KB dr. Bambang Dwipo, memaparkan materi tentang penurunan stunting di Jepara.

Selanjutnya koordinator Bidang Koordinasi Konvergensi dan Perencanaan, Kepala Bappeda Subiyanto menguraikan terkait rencana kerja bidangnya pada tahun 2022 – 2024. 

Lalu dilanjutkan Kepala Diskominfo Arif Darmawan selaku koordinator Bidang Komunikasi dan Informatika. Dia memaparkan materi tentang strategi komunikasi perubahan perilaku dalam upaya penurunan stunting.
(FERDY)
Share:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *