KlikFakta.com, BOYOLALI – Rektor Universitas Boyolali (UBY), Nanik Sutarni, mendorong lulusan perguruan tinggi agar tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Nanik dalam wisuda Program Sarjana dan Magister UBY Tahun Akademik 2025/2026 yang meluluskan 412 wisudawan dan wisudawati di Grha Amarta UBY, Sabtu (24/10/2026).
“Jangan hanya menjadi generasi pencari kerja, tetapi jadilah generasi pencipta kerja,” tegas Nanik dalam sambutannya.
Menurut Nanik, gelar akademik bukan sekadar simbol keberhasilan menyelesaikan pendidikan, melainkan awal pembuktian kompetensi, integritas, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ia menekankan bahwa lulusan perguruan tinggi perlu mampu memanfaatkan ilmu pengetahuan, keterampilan, inovasi, serta perkembangan teknologi untuk menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, berkomunikasi, dan menggunakan kecerdasan buatan secara bijak juga menjadi bekal penting bagi lulusan dalam menghadapi perubahan zaman,” ujarnya.
UBY Luluskan 412 Mahasiswa, Tujuh Bergelar Magister Hukum
Pada wisuda tahun akademik ini, UBY meluluskan 412 mahasiswa dari berbagai program studi. Sebanyak 82 lulusan di antaranya merupakan penerima beasiswa Pemerintah Kabupaten Boyolali yang berhasil menuntaskan pendidikan tinggi.
UBY juga meluluskan tujuh mahasiswa Program Magister Hukum. Capaian tersebut menjadi bagian dari perkembangan penyelenggaraan pendidikan pascasarjana di lingkungan kampus tersebut.
Nanik menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Boyolali atas dukungan terhadap akses pendidikan melalui program beasiswa.
“Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ungkapnya.
Mahasiswa UBY Berasal dari Berbagai Daerah hingga Luar Negeri
Perkembangan UBY juga terlihat dari semakin luasnya jangkauan mahasiswa. Mereka tidak hanya berasal dari Boyolali, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.
Salah satu lulusan yang mendapat perhatian adalah Vincent Raditya asal Jakarta. Di tengah kesibukannya sebagai pilot, ia berhasil menyelesaikan pendidikan sarjana Ilmu Hukum di UBY.
Selain itu, Isnawati yang berasal dari Bali berhasil menuntaskan pendidikan pascasarjana. Dua lulusan Program Studi Peternakan, Wasiah Darojatun dan Hammam Abdullah, juga menunjukkan kemampuan menyeimbangkan pendidikan dengan pekerjaan.
“Keduanya telah bekerja di Australia ketika masih berstatus mahasiswa aktif,” kata Nanik.
Menurut dia, kisah para lulusan tersebut menunjukkan bahwa latar belakang pekerjaan dan aktivitas profesional tidak menghalangi mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan tinggi.
UBY juga mencatat sejumlah prestasi mahasiswa di bidang akademik dan nonakademik, mulai dari tingkat regional hingga nasional dan internasional.
Mahasiswa dan lulusan Program Studi Peternakan, Dika Gilang dan Yusuf Abdullah, berhasil memperoleh pendanaan dan menembus Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 di Universitas Hasanuddin melalui inovasi peternakan ayam petelur berbasis konsep zero waste.
Sementara itu, Yudi Ali Wardana dari Program Studi Manajemen mewakili UBY dalam program pembinaan kepemimpinan nasional Indonesia Future Leaders Camp (FLC).
Kembangkan Inovasi untuk Pembangunan Boyolali
Selain mendorong prestasi mahasiswa, UBY berupaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan daerah melalui kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat.
Salah satu bentuk kontribusi tersebut diwujudkan melalui kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Boyolali. Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika UBY mengembangkan aplikasi ARIMBI yang telah diimplementasikan di Kebun Raya Indrokilo Boyolali.
Di sektor pertanian, mahasiswa Program Studi Agroteknologi berkolaborasi dengan mahasiswa Teknik Informatika dalam pengembangan program Smart Greenhouse. Inisiatif ini menjadi salah satu upaya pemanfaatan teknologi untuk mendukung pengembangan sektor pertanian daerah.
UBY juga menjalankan program Kampus Mengajar dan pengabdian kepada masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Boyolali.
Kegiatan tersebut mencakup pelatihan teknologi, budidaya melon, pemasaran digital, pengolahan pisang, hingga budidaya maggot.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi untuk menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Lulusan Diminta Kritis, Adaptif, dan Menjaga Integritas
Dalam menghadapi tantangan setelah lulus, Nanik mengingatkan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut memperoleh pekerjaan, tetapi juga harus siap menghadapi perubahan teknologi, ketidakpastian ekonomi, serta dinamika sosial dan kebangsaan.
“Kami mendorong lulusan agar bersikap kritis terhadap politik dan kebijakan publik, tetapi tetap menjaga moral, integritas, serta tanggung jawab dalam menyampaikan pendapat,” ucapnya.
Ia menambahkan, keterbukaan informasi dan perkembangan media sosial harus diimbangi dengan kemampuan memeriksa fakta, menghindari provokasi, serta menghormati perbedaan pandangan.
Menurut Nanik, dunia kerja saat ini tidak cukup hanya menilai seseorang berdasarkan gelar akademik. Kemampuan menyelesaikan masalah, bekerja sama, dan menjaga kepercayaan juga menjadi aspek penting.
“Dunia kerja tidak hanya bertanya, ‘Apa gelar Saudara?’ Dunia kerja juga bertanya, ‘Apa yang dapat Saudara kerjakan? Masalah apa yang mampu Saudara selesaikan? Seberapa baik Saudara bekerja bersama orang lain? Dan dapatkah Saudara dipercaya?’” ujarnya.
Nanik juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan secara bijak, tanpa mengesampingkan kemampuan profesional dan nilai-nilai kemanusiaan.
Ia berharap para lulusan UBY tidak hanya mencari peluang kerja di kota-kota besar, tetapi juga berani mengembangkan potensi daerah asal.
“Kami berharap para lulusan UBY tidak hanya mencari peluang kerja di kota-kota besar, tetapi juga berani mengembangkan potensi daerah asal,” katanya.
Menurut dia, kontribusi terhadap pembangunan daerah tidak harus selalu diwujudkan melalui program berskala besar. Membantu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkembang, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas pelayanan publik, hingga membantu masyarakat memahami hak-haknya merupakan bentuk pengabdian yang bermakna.
“Jangan menganggap membangun daerah sebagai pekerjaan kecil. Jangan menganggap mengabdi di kampung halaman sebagai pilihan kelas dua,” pesannya.
Nanik menegaskan, UBY berkomitmen tidak sekadar meluluskan mahasiswa, tetapi juga terus mendorong inovasi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ia berharap ilmu yang diperoleh para lulusan dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan, menjaga integritas, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Ilmu yang diperoleh para lulusan dapat menjadi bekal untuk membangun masa depan, menjaga integritas, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, Kabupaten Boyolali, dan Indonesia,” pungkasnya.(Jl).
Editor: Saiful







