klikFakta.com, JEPARA — Suasana duka menyelimuti rumah Mashudi (27), warga Desa Plajan RT 38 RW 06, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah Jumat (25/9/2026). Isak tangis keluarga pecah saat peti jenazah korban tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 tiba di rumah duka sekitar pukul 10.00 WIB.
Istri korban, Dwi Bintang (25), tampak menangis histeris saat menyambut kedatangan jenazah suaminya. Tangis serupa juga terdengar dari anggota keluarga lainnya. Para pelayat yang hadir berusaha menenangkan keluarga yang ditinggalkan.
Mashudi merupakan salah satu korban meninggal dunia dalam musibah tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa. Ia berhasil diidentifikasi bersama 22 korban lainnya pada Kamis (24/9/2026) sebelum akhirnya dipulangkan ke Jepara.
Korban diketahui meninggalkan seorang istri dan seorang anak laki-laki yang masih berusia 2,5 tahun.
Petinggi Desa Plajan, Kartono, mengatakan keluarga sejak awal terus memanjatkan doa agar Mashudi segera ditemukan setelah kabar tenggelamnya kapal tersebut.
“Dari awal informasi tenggelamnya kapal Virgo itu, keluarga sudah berdoa setiap malam. Berdoanya supaya cepat ditemukan. Dengan adanya informasi ini, nanti malam rencananya akan diadakan doa bersama dan tahlilan selama tujuh hari,” kata Kartono, Jumat (25/9/2026).
Kartono menjelaskan, jenazah Mashudi diterbangkan dari Banjarmasin menuju Semarang sebelum dibawa ke Jepara.

“Pemberangkatan dari Bandara Banjarmasin ke Semarang, kemudian langsung ke Jepara. Jam 10.00 persis jenazah sampai di Desa Plajan,” ujarnya.
Menurut Kartono, Mashudi sehari-hari bekerja sebagai sopir dan kerap bepergian ke Kalimantan untuk mengirim barang. Namun, biasanya korban menggunakan kapal lain.
“Kesehariannya memang bekerja sebagai sopir, termasuk sopir online. Almarhum memang sering ke Kalimantan, tetapi biasanya tidak ikut kapal Virgo,” ungkapnya.
Kartono menambahkan, proses identifikasi korban berlangsung cukup cepat karena identitas korban masih melekat saat ditemukan.
“Informasi yang saya terima, dompetnya masih menempel di anggota badannya sehingga cepat dan mudah dikenali,” jelasnya.
Mashudi merupakan anak ketiga dari lima bersaudara dan menjadi satu-satunya anak laki-laki di keluarganya dan menjadi tulang punggung. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar dan warga Desa Plajan.
Diketahui, musibah tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 menyisakan kecemasan bagi sejumlah keluarga di Kabupaten Jepara. Tiga warga Jepara diketahui berada di dalam kapal yang berlayar menuju Kalimantan tersebut.
Satu penumpang asal Jepara, Abdul Kholeq (25), warga Desa Mindahan Wuni, Kecamatan Batealit, berhasil selamat. Sementara Ilham Muhammad Rojab (21), warga Desa Bantrung, Kecamatan Batealit, hingga kini masih dalam pencarian.
Mashudi (27), warga Desa Plajan RT 38 RW 06, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.(Aris.S)
Editor: Saiful







