klikFakta.com, KUDUS – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Endhah Sam’ani Intakoris menghadiri puncak peringatan HUT ke-35 SMA Negeri 2 Kudus sekaligus launching Program SMA MANTAP (Akademik, Terampil, dan Produktif), Selasa (8/9/2026). Program tersebut menjadi langkah untuk memberikan ruang kepada peserta didik dalam mengembangkan kemampuan akademik, keterampilan, kreativitas, dan produktivitas sebagai bekal menghadapi masa depan.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, penguatan keterampilan siswa perlu dilakukan seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, siswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu memiliki keterampilan, kreativitas, serta keberanian untuk berinovasi.
“Kita harus memberikan ruang kepada anak-anak untuk berkarya dan berinovasi. Kuasai AI dan teknologi agar tidak ketinggalan zaman. Terus belajar, bergerak kreatif, dan inovatif karena kalian adalah kebanggaan orang tua, bangsa, dan negara,” ujar Bupati Sam’ani.
Pihaknya menambahkan, Pemkab Kudus melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Balai Latihan Kerja pada Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi, dan UKM terus mendukung penguatan keterampilan peserta didik melalui berbagai pelatihan dan pengembangan kompetensi. Bekal tersebut diharapkan dapat mempersiapkan generasi muda untuk beradaptasi dengan perubahan zaman, memasuki dunia kerja, maupun mengembangkan jiwa kewirausahaan.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Provinsi Jawa Tengah Budi Santosa menyampaikan bahwa Program SMA MANTAP merupakan upaya membekali peserta didik menghadapi tantangan di era globalisasi. Kemampuan yang diperoleh diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi, tetapi juga dibarengi dengan karakter dan budi pekerti yang baik.
“Di era globalisasi ini kita berupaya membekali anak-anak agar menjadi generasi yang mantap. Kami bangga dengan program ini dan berharap kemampuan yang mereka miliki berjalan bersama dengan budi pekerti luhur dan pembentukan karakter yang baik,” ungkap Budi.

Kepala SMA Negeri 2 Kudus Nur Afifuddin mengatakan, SMA MANTAP diarahkan untuk membentuk lulusan yang memiliki kemampuan akademik, terampil, dan produktif. Dengan bekal tersebut, peserta didik diharapkan mampu menggapai masa depan dengan tetap mengedepankan akhlak dan karakter.
“Kami berharap lulusan SMA Negeri 2 Kudus mempunyai kemampuan akademik, terampil, dan produktif. Setelah lulus, mereka dapat menggapai masa depan dengan akhlakul karimah dan sukses,” kata Nur Afifuddin.
Perjalanan panjang SMA Negeri 2 Kudus dalam mengukir keterampilan dan jiwa kewirausahaan siswa juga telah dimulai melalui program Forbelife. Program tersebut menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan life skill, kreativitas, dan keterampilan praktis sebagai bekal menghadapi dunia kerja maupun berwirausaha.
Salah satu peserta didik, Frederika, mengaku mendapatkan pengalaman melalui sejumlah pelatihan dalam program tersebut. Ia telah mengikuti pelatihan public speaking bersama Radar Kudus, pelatihan memasak, serta pembuatan sabun.
“Saya telah mengikuti pelatihan sebanyak tiga kali. Pertama public speaking dengan Radar Kudus, kemudian pelatihan memasak dengan Miss Riani relawan Prancis, dan pelatihan pembuatan sabun di Laboratorium Demaan. Saya berharap program Forbelife ini dapat terus berjalan,” ujar Frederika.
Peluncuran SMA MANTAP sekaligus memperkuat komitmen SMA Negeri 2 Kudus dalam memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi. Sinergi antara sekolah, pemerintah, dan berbagai pihak diharapkan dapat melahirkan generasi yang berakhlak, kreatif, terampil, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.







