klikFakta.com, KUDUS – Setelah satu bulan menjalankan program pengabdian, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 076 UIN Sunan Kudus resmi mengakhiri kegiatan di Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Penutupan KKN menjadi momentum perpisahan sekaligus refleksi atas pengalaman mahasiswa selama hidup dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN 076, Wahyu Khoiruz Zaman, M.S.I., mengatakan KKN memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar di luar lingkungan kampus. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya datang untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat, tetapi juga memperoleh pengetahuan dan pengalaman dari kehidupan masyarakat secara langsung.
“Melalui KKN ini, mahasiswa belajar bertemu dengan masyarakat, membantu masyarakat, sekaligus mendapatkan ilmu dan pengalaman dari masyarakat,” kata beliau dalam acara penutupan KKN 076 di Desa Papringan.
Wahyu menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Papringan dan seluruh masyarakat yang telah menerima serta mendampingi mahasiswa selama pelaksanaan KKN. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama berada di Desa Papringan terdapat kesalahan atau hal-hal yang kurang berkenan.
“Atas nama UIN Sunan Kudus, kami memohon maaf apabila selama berada di Desa Papringan ada kesalahan, baik karena ketidaktahuan maupun kekurangan kami,” ujar beliau.
Kegiatan KKN, kata Wahyu, merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Pengalaman berinteraksi secara langsung dengan masyarakat diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk memahami kehidupan sosial sekaligus menerapkan ilmu yang diperoleh selama berada di bangku kuliah.
Ia juga mendoakan agar Desa Papringan semakin maju dan berkembang. Hubungan baik yang telah terjalin selama pelaksanaan KKN diharapkan tidak berhenti setelah mahasiswa kembali ke kampus.
Sementara itu, Kepala Desa Papringan, Amin Budiarto, S.E., menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN 076 selama berada di Desa Papringan.
Budiarto mengucapkan terima kasih atas keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan desa, termasuk kerja bakti menyambut HUT Kemerdekaan RI serta membantu pelaksanaan berbagai perlombaan Agustusan.
“Dari Pemerintah Desa kami mengucapkan terima kasih atas bantuan adik-adik mahasiswa. Apa yang dilakukan di desa kami yakin sangat bermanfaat bagi Desa Papringan,” kata Budiarto.
Baginya, KKN juga menjadi ruang belajar dua arah. Mahasiswa tidak hanya memberikan ilmu kepada masyarakat, tetapi juga memperoleh pengetahuan tentang kehidupan dan potensi lokal yang tidak selalu ditemukan di bangku perkuliahan.
“Mahasiswa belajar banyak dari masyarakat. Di sini terkenal pengrajin batu bata dan genteng. Hal seperti itu kan tidak pernah diajarkan di bangku kuliah,” ujar beliau.
Beliau juga mengapresiasi sikap mahasiswa selama menjalankan pengabdian. Kesopanan, kepedulian, dan kemauan untuk membantu masyarakat menjadi kesan tersendiri bagi Pemerintah Desa Papringan.
“Saya terkesan dengan panjenengan semua, pengabdiannya, kemauannya membantu, dan sopan santunnya,” tutur beliau.
Budiarto berharap silaturahmi antara mahasiswa KKN 076, UIN Sunan Kudus, dan masyarakat Desa Papringan tetap terjaga meski masa pengabdian telah berakhir.
“Kami dengan tangan terbuka, silakan tetap menjalin silaturahmi dengan Desa Papringan,” pungkasnya.
Penutupan KKN 076 pun menjadi penanda berakhirnya satu bulan pengabdian. Bagi mahasiswa, Desa Papringan tidak hanya menjadi lokasi pelaksanaan program, tetapi juga ruang belajar untuk memahami masyarakat, bekerja bersama, dan memperoleh pengalaman yang tidak didapatkan sepenuhnya di ruang kelas.
Editor: Saiful







