Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

KKN 76 UIN Sunan Kudus Kunjungi Pabrik Tahu Langgeng Jaya, Kenali Produksi hingga Pengelolaan Limbah

klikFakta.com, KUDUS — Mahasiswa KKN Kelompok 76 UIN Sunan Kudus mengunjungi Pabrik Tahu Langgeng Jaya di Jalan Tumang Wetan, Dukuh Krajan, Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, pada Kamis (6/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengenal lebih dekat salah satu usaha yang telah berkembang di Desa Papringan, mulai dari proses produksi, pemasaran, hingga pengelolaan limbah.

Pabrik Tahu Langgeng Jaya merupakan usaha milik H. Suyanto yang telah dijalankan secara turun-temurun. Usaha tersebut kemudian diteruskan kepada anaknya dan mulai beroperasi sejak 2011. Hingga saat ini, produksi tahu masih terus berjalan untuk memenuhi permintaan konsumen dari Desa Papringan maupun sejumlah wilayah di luar desa.

Selama kunjungan, mahasiswa KKN 76 melihat secara langsung proses produksi tahu yang berlangsung di pabrik. Kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengetahui tahapan pengolahan tahu sekaligus mengenal aktivitas usaha yang telah dijalankan selama bertahun-tahun di Desa Papringan.

Produk tahu dari Pabrik Tahu Langgeng Jaya tidak hanya dipasarkan di sekitar Desa Papringan, tetapi juga dikirim ke sejumlah wilayah di luar desa. Jepara menjadi salah satu daerah tujuan pemasaran dengan rata-rata penjualan mencapai sekitar satu ton per hari.

Selain melihat proses produksi dan pemasaran, mahasiswa juga mengetahui pemanfaatan hasil samping dari proses pembuatan tahu. Ampas tahu yang dihasilkan tidak dibuang, tetapi dijual untuk digunakan sebagai pakan ternak. Dengan demikian, hasil samping produksi masih dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai guna.

IMG 20260818 WA0019

Mahasiswa juga melihat pengelolaan limbah cair yang dilakukan di pabrik. Limbah dari proses produksi ditampung dan diolah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Dari proses tersebut dihasilkan biogas yang kemudian disalurkan kepada warga sekitar untuk digunakan sebagai bahan bakar memasak.

Warga yang menggunakan biogas dikenakan iuran sebesar Rp10.000 per bulan untuk membantu biaya perawatan instalasi. Pemanfaatan biogas tersebut menjadi salah satu bentuk pengelolaan limbah produksi yang sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar pabrik.

Bagi mahasiswa KKN 76, kunjungan tersebut tidak hanya menjadi kesempatan untuk melihat proses produksi tahu secara langsung, tetapi juga untuk mengenal bagaimana sebuah usaha lokal menjalankan kegiatan produksinya, memasarkan produk, serta memanfaatkan hasil samping dan mengelola limbah yang dihasilkan.

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian KKN Kelompok 76 UIN Sunan Kudus di Desa Papringan yang mengusung tema “Pemberdayaan Potensi Desa dan Internalisasi Ekoteologi.” Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa berupaya mengenali berbagai potensi yang ada di tengah masyarakat sekaligus belajar dari praktik yang telah berjalan di lingkungan desa.

Dari kunjungan ke Pabrik Tahu Langgeng Jaya, mahasiswa memperoleh pengetahuan mengenai proses produksi tahu sekaligus melihat bagaimana usaha lokal dapat terus berjalan dengan memanfaatkan hasil samping produksi dan mengolah limbah agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Penulis : Mutia Zumala Nu’ma
Editor: Saiful

Share: