Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Sambangi Dinkes, DPD KNPI Rembang Jalin Sinergi Cegah Penularan HIV AIDS di Rembang

klikFakta.com, REMBANG – Upaya pencegahan penularan HIV/AIDS di Kabupaten Rembang terus mendapat perhatian dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Rembang yang mendorong penguatan sinergi bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang dalam upaya edukasi dan pencegahan HIV/AIDS di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.

Hal tersebut disampaikan jajaran DPD KNPI Rembang saat menyambangi Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang. Pertemuan tersebut menjadi ruang koordinasi untuk membahas langkah konkret dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai HIV/AIDS sekaligus mendorong pendekatan yang lebih humanis terhadap orang dengan HIV (ODHIV).

Wakil Ketua Bidang Kesehatan DPD KNPI Rembang, Nazala Layinatus Sifa, mengatakan bahwa persoalan HIV/AIDS tidak hanya berkaitan dengan aspek kesehatan, tetapi juga menyangkut persoalan sosial. Menurutnya, edukasi kepada masyarakat harus terus diperkuat agar informasi yang beredar tidak menimbulkan ketakutan maupun kesalahpahaman.

“Kami ingin ikut mengambil peran dalam upaya pencegahan HIV/AIDS, terutama melalui edukasi kepada anak muda. Jangan sampai HIV/AIDS hanya dilihat sebagai persoalan medis, tetapi juga bagaimana masyarakat memahami cara penularan dan pencegahannya dengan benar,” ujar Nazala.

Ia menambahkan, salah satu persoalan yang masih menjadi tantangan adalah munculnya stigma negatif terhadap orang yang hidup dengan HIV/AIDS. Tidak sedikit masyarakat yang memberikan label atau menjauhi ODHIV karena menganggap penyakit tersebut dapat menular melalui interaksi sosial sehari-hari.

Padahal, pemahaman semacam itu justru dapat membuat ODHIV semakin terpinggirkan dan enggan mendapatkan layanan kesehatan maupun melakukan pemeriksaan.

“Stigma ini yang harus kita lawan bersama. Orang dengan HIV/AIDS tetap memiliki hak untuk hidup, bekerja, bersosialisasi dan mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa diskriminasi. Yang harus kita cegah adalah penularannya, bukan menjauhi orangnya,” tegasnya.

Nazala menilai, keterlibatan pemuda sangat penting dalam kampanye pencegahan HIV/AIDS. KNPI Rembang, organisasi besar yang menaungi 25 organisasi kepemudaan, kata dia, siap menjadi bagian dari gerakan edukasi dengan menggandeng organisasi kepemudaan, komunitas, lembaga pendidikan, serta berbagai elemen masyarakat.

Menurutnya, edukasi yang dilakukan secara terbuka dan tidak menghakimi dapat membantu masyarakat memahami HIV/AIDS secara lebih objektif. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengetahui bagaimana HIV dapat menular, tetapi juga memahami bahwa virus tersebut tidak menular hanya karena berjabat tangan, berbicara, makan bersama, maupun berada dalam lingkungan yang sama.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang menyambut baik langkah DPD KNPI Rembang untuk ikut terlibat dalam upaya pencegahan HIV/AIDS.

Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Rembang, dr. Johan Budhi menyampaikan bahwa kolaborasi dengan organisasi kepemudaan dinilai penting karena KNPI memiliki jaringan dan kedekatan dengan kelompok anak muda di berbagai wilayah.

“Kami menyambut baik apa yang dilakukan KNPI. Pencegahan HIV/AIDS tidak bisa hanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, untuk memberikan edukasi yang benar kepada masyarakat,” ujar Johan.

Menurut Johan, penyampaian informasi mengenai HIV/AIDS harus dilakukan secara tepat agar tidak menimbulkan stigma dan diskriminasi. Masyarakat perlu diberikan pemahaman mengenai mekanisme penularan HIV, langkah pencegahan, serta pentingnya melakukan pemeriksaan dan mendapatkan layanan kesehatan apabila memiliki faktor risiko.

Ia juga menekankan bahwa ODHIV membutuhkan dukungan, bukan pengucilan. Dukungan lingkungan sekitar dinilai penting agar mereka tetap dapat menjalani kehidupan secara produktif sekaligus memperoleh akses pengobatan dan layanan kesehatan secara berkelanjutan.

“Jangan sampai karena stigma kemudian orang takut melakukan pemeriksaan. Justru kita ingin masyarakat yang memiliki risiko bisa segera mengetahui kondisinya dan mendapatkan penanganan. Edukasi menjadi kunci agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat,” jelasnya.

Pertemuan antara DPD KNPI Rembang dan Dinkes tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat program edukasi HIV/AIDS, khususnya kepada generasi muda.

KNPI Rembang juga mendorong agar kampanye pencegahan HIV/AIDS tidak hanya berorientasi pada penyampaian informasi mengenai bahaya HIV, tetapi juga mengedepankan pesan anti-stigma dan anti-diskriminasi.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, organisasi kepemudaan, tenaga kesehatan, komunitas, serta masyarakat, upaya pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Rembang diharapkan dapat berjalan lebih efektif. Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan semakin memahami bahwa HIV dapat dicegah, penularannya dapat dihindari, dan orang yang hidup dengan HIV tetap memiliki hak untuk dihormati dan diperlakukan secara manusiawi.

Penulis : M. Yahya

Share: