klikFakta.com, PATI – Asosiasi Unggas Kabupaten Pati bersama Koperasi Unggas Sumber Rejeki Kabupaten Pati menggelar aksi unjuk rasa di Alun-Alun Pati, Senin (10/8/2026). Aksi tersebut menjadi bentuk penyampaian pendapat terkait sejumlah persoalan yang dinilai berkaitan dengan kondisi usaha peternakan unggas.
Dalam aksi tersebut, peserta menggunakan sejumlah perlengkapan, seperti truk komando, spanduk, poster, dan sound system.
Sedikitnya terdapat lima tuntutan yang menjadi fokus dalam aksi tersebut.
Tuntutan pertama yakni meminta pemerintah menurunkan harga pakan. Persoalan harga pakan menjadi salah satu sorotan utama karena berkaitan langsung dengan biaya produksi dalam usaha peternakan unggas.
Selanjutnya, massa meminta agar harga telur dinaikkan. Mereka juga menyoroti persoalan impor bahan baku, dengan tuntutan agar monopoli impor bahan baku dihapus.
Selain itu, peserta aksi meminta pemerintah mencukupi kebutuhan jagung dengan harga sesuai Harga Acuan Pemerintah (HAP). Ketersediaan dan harga jagung menjadi salah satu komponen penting dalam rantai produksi pakan dan usaha peternakan unggas.
Tuntutan lainnya adalah pembentukan Kementerian Peternakan. Aspirasi tersebut turut dicantumkan dalam surat pemberitahuan aksi yang ditandatangani oleh Dwi Agus Siswanto.
Dalam aksi tersebut, sejumlah peserta unjuk rasa melakukan aksi teatrikal dengan dilempari telur, sebagai bentuk protes harga telur yang anjlok.
Aksi ini diharapkan menjadi ruang bagi para pelaku usaha unggas untuk menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi kepada pemerintah. Terutama terkait harga pakan, harga telur, ketersediaan jagung, hingga kebijakan impor bahan baku.
Laporan : Saiful







