Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Mahasiswa KKN UIN Sunan Kudus Dorong Pemanfaatan Sampah Plastik Menjadi Paving Block di Karangampel

klikFakta.com, KUDUS — Upaya penanganan sampah plastik terus dilakukan melalui berbagai inovasi. Hal itu di antaranya dilakukan oleh para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kudus berkolaborasi dengan peserta KKN Universitas Muria Kudus (UMK) dan anggota Karang Taruna Bina Bangsa Desa Karangampel dengan menggelar praktik pengolahan sampah plastik menjadi paving block di Balai Desa Karangampel, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Sabtu (8/8/2026) malam.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sekaligus keterampilan kepada para pemuda desa dalam mengolah sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna dan potensi ekonomi.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UIN Sunan Kudus turut berperan memberikan pemaparan mengenai jenis sampah plastik, proses pembuatan paving block, serta manfaat dari pengolahannya. Materi disampaikan oleh Hula Ri’ayatuna dari KKN UIN Sunan Kudus bersama Dimas Cahyo Adi Utomo dari KKN UMK.

Mereka menjelaskan kepada peserta bahwa hampir seluruh jenis plastik dapat dimanfaatkan dalam proses pembuatan paving block, kecuali plastik jenis PVC. Bahan yang digunakan dalam praktik tersebut antara lain sampah botol dan plastik.

Setelah sesi pemaparan, peserta diajak untuk menyaksikan sekaligus mengikuti praktik pembuatan paving block. Sampah plastik terlebih dahulu melalui proses pembakaran sebelum dimasukkan ke dalam cetakan.

Proses pembakaran berlangsung secara kondisional dengan waktu kurang lebih satu jam. Plastik yang telah meleleh kemudian dimasukkan ke dalam cetakan hingga penuh. Selanjutnya, paving block melalui tahap pendinginan dengan durasi yang menyesuaikan kondisi. Paving block yang dihasilkan menggunakan cetakan berukuran 20 × 10 × 6 cm.

Koordinator Desa KKN UIN Sunan Kudus menyampaikan harapannya agar kegiatan tersebut dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan hasilnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat terutama masyarakat Karangampel”, ujarnya.

Selain praktik pengolahan sampah, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kembali keterlibatan pemuda dalam kegiatan lingkungan di Desa Karangampel.

Ketua Karang Taruna Bina Bangsa Desa Karangampel, Ahmad Nur Yusuf, mengakui bahwa kehadiran mahasiswa KKN memberikan dorongan bagi pemuda untuk kembali aktif.

“Dengan adanya KKN, Karang Taruna aktif lagi setelah beberapa lama sepi. Pemuda juga tergerak karena adanya dukungan dari mahasiswa,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Desa KKN UMK Dimas Andrean, menyampaikan bahwa kegiatan pengolahan sampah tersebut masih memiliki keterbatasan, terutama dari sisi peralatan.

“Kegiatan ini masih terbatas dari segi alat dan kebutuhan lainnya. Kami berharap adanya dukungan lebih lanjut,” kata Dimas.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan pemuda desa, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah dan memanfaatkan sampah plastik. Selain itu, inovasi pembuatan paving block juga membuka peluang pemanfaatan limbah menjadi produk yang bernilai guna dan berpotensi ekonomi.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan di Desa Karangampel.

Share: