Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

KKN-MMK UIN Walisongo Semarang Posko 5 Kampanyekan Stop Bullying untuk Wujudkan Sekolah Aman

klikFakta.com, MAGELANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Misi khusus (KKN-MMK) Universitas Islam Negri Walisongo Semarang menggelar sosialisasi bertemakan “Stop Bullying”. Kegiatan ini berlangsung di Madrasah Ibtidaiyyah Muhammadiyyah (MIM) Surodadi 3, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jum’at (31/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, pemateri sekaligus penanggung jawab program, Abdul Latif, mengajak para siswa untuk memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari tindakan perundungan. Latif menjelaskan bahwa bullying adalah tindakan yang dilakukan untuk menyakiti atau merendahkan orang lain, baik melalui perkataan Maupun tindakan.

Lebih lanjut, kata Latif, perundungan dapat berdampak buruk pada kondisi mental korban, seperti kehilangan rasa percaya diri, merasa tertekan, sulit fokus belajar, hingga menarik diri dari lingkungan sekitar. Jika terus terjadi, bullying dapat memengaruhi kesehatan mental korban dalam jangka panjang.

Agar materi lebih mudah dipahami, pemateri menyampaikan contoh-contoh bullying yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Siswa juga diajak untuk mengenali berbagai bentuk perundungan, berani menolak tindakan bullying, tidak menjadi pelaku atau membiarkan perilaku bullying terjadi, serta segera melapor kepada guru jika menemukan kasus perundungan di sekolah.

IMG 20260805 WA0004
Penyampaian materi Stop Bullying oleh mahasiswa KKN MMK UIN Walisongo Semarang Posko 5

Setelah sesi pemaparan materi selesai, mahasiswa KKN-MMK mengajak para siswa mengikuti sesi berbagi cerita sebagai ruang aman untuk menyampaikan pengalaman mereka terkait bullying. Suasana yang semula penuh semangat berubah menjadi haru ketika satu per satu siswa mulai menceritakan pengalaman yang selama ini mereka pendam. Beberapa siswa tampak tak kuasa menahan air mata saat mengungkapkan luka akibat perundungan yang pernah mereka alami maupun saksikan.

Momen tersebut menjadi pengingat bahwa bullying bukan sekadar candaan, tetapi meninggalkan luka yang nyata dan membekas bagi korbannya. Melalui sesi ini, mahasiswa KKN-MMK memberikan dukungan emosional sekaligus memotivasi para siswa agar berani berbicara, saling melindungi, dan tidak lagi membiarkan tindakan perundungan terjadi di lingkungan sekolah.

Menutup kegiatan, Latif mengajak seluruh siswa untuk bersama-sama mencegah dan menghentikan segala bentuk bullying di lingkungan sekolah.

Ia berharap para siswa saling menghormati, peduli terhadap teman, serta berani melapor kepada guru jika melihat atau mengalami perundungan. Dengan begitu, sekolah dapat menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying bagi seluruh siswa.

Penulis: Tim mahasiswa KKN MMK UIN WALISONGO Posko 5 Desa Gondowangi

Share: