klikFakta.com, KUDUS – Pembukaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 Kelompok 076 UIN Sunan Kudus di Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Senin (3/8/2026), berlangsung dengan khidmat.
Acara tersebut dihadiri Kepala Desa, Dosen Pembimbing Lapangan, perangkat dan admin desa, serta perwakilan KKN Univeritas Muria Kudus, menandai dimulainya masa pengabdian mahasiswa selama sebulan penuh di desa tersebut.
Koordinator Desa (Kordes), Rezza Mahesa Ramadhan, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari pemerintah dan masyarakat Desa Papringan.
“Kami dari mahasiswa KKN Kelompok 076 mengucapkan terima kasih atas sambutan yang begitu hangat dari pemerintah dan masyarakat Desa Papringan. Selama satu bulan ke depan, kami meminta bimbingan dan arahan agar program-program yang telah kami rancang dapat berjalan dengan lancar serta memberi manfaat bagi warga,” ujar Rezza.
Sementara itu, Kepala Desa Papringan, Amin Budiarto, S.E., menyambut antusias mahasiswa KKN UIN Sunan Kudus di Desa Papringan. Selain itu, ia berharap ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah dapat dimanfaatkan serta disalurkan kepada masyarakat.
“Kami dari Pemerintah Desa Papringan mengucapkan terima kasih dan selamat datang kepada adik-adik mahasiswa KKN. Kami berharap ilmu yang didapat di bangku kuliah bisa dimanfaatkan dan disalurkan kepada warga selama satu bulan ke depan, mulai 1 Agustus sampai 31 Agustus,” jelas Amir.
Amir menegaskan bahwa pemerintah desa senantiasa mendukung penuh program kerja mahasiswa dan terbuka untuk diajak berkomunikasi apabila ditemukan kendala di lapangan. Ia juga berpesan agar seluruh mahasiswa dapat beradaptasi dengan baik serta menjaga sopan santun dan etika selama tinggal di Desa Papringan, mengingat mahasiswa turut membawa nama baik almamater.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Wahyu Khoiruz Zaman, M.S.I., menyampaikan tema KKN-UIN Sunan Kudus tahun ini adalah pemberdayaan potensi desa dan internalisasi ekoteologi di tengah masyarakat.
“Mengusung tema KKN-UIN Sunan Kudus tahun ini adalah pemberdayaan potensi desa, serta internalisasi ekoteologi di tengah masyarakat,” ujar Wahyu.
Disisi lain, ia juga berharap mahasiswa dapat menjalankan program dengan baik. Ia menilai bahwa mahasiswa sekarang adalah generasi Z yang melek akan teknologi dan adaptif, sehingga akan dapat mengembangkan potensi desa dengan cara yang lebih fresh dan sesuai dengan kebutuhan zaman.
“Kami optimistis mahasiswa mampu menjalankan program ini dengan baik karena mereka adalah generasi Z yang melek teknologi, kreatif, dan terbiasa berpikir inovatif, sehingga potensi desa dapat dikembangkan dengan cara-cara yang lebih segar dan relevan dengan kebutuhan zaman,” sambungnya.
Dengan resminya pembukaan KKN ini, mahasiswa siap bersinergi dengan pemerintah desa, perangkat desa, dan masyarakat untuk mewujudkan program-program yang telah dirancang. Melalui program-program kerja KKN, diharapkan mampu memberikan kontribusi dan manfaat yang nyata bagi masyarakat Desa Papringan.
Penulis: Mutia Zumala Nu’ma







